Langkat, 15/3 (Antara) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara menargetkan 28.792 ekor sapi mendapatkan inseminasi buatan (IB) pada 2017 untuk mendukung program sapi indukan wajib bunting (siwab).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nasiruddin di Stabat, Rabu menjelaskan bila program inseminasi buatan itu berhasil maka kebutuhan akan daging sapi baik untuk Langkat sendiri maupun untuk akan bisa tercukupi, sehingga pada hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha harga kebutuhan akan daging tidak naik atau bisa ditekan.

"Program ini sudah kita lakukan sekarang di berbagai kecamatan yang potensi sapi, lembunya cukup besar seperti Secanggang, Stabat, Binjai, Selesai, dan beberapa kecamatan lainnya," katanya.

Populasi sapi ataupun lembu yang ada d Kabupaten Langkat mencapai 185.000 ekor ini dan akab bertambah dengan adanya program inseminasi buatan ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat itu menambahkan untuk sekarang ini harga kebutuhan daging sapi di pasar tradisional Langkat seperti Stabat, Kuala, Tanjungpura, Pangkalan Brandan kisaran Rp 100.000 per kilogramnya.

"Kita tentu berupaya untuk menekan harga itu harga terus semakin turun lagi dengan berbagai potensi yang ada itu kalau bisa seperti harga semula yaitu kisaran Rp 90.000 sampai Rp 95.000 per kilogramnya," katanya.

Demi mendukung keberhasilan program sapi indukan wajib bunting,  para tenaga pertanian bidang peternakan kini terus memacu dan mendorong agar peternak pemilik sapi betina bisa mengikuti program tersebut.

Sehingga nantinya sesuai dengan target waktu yang sudah ditentukan 28.792 ekor sapi dari program siwab itu bisa berhasil  diwujudkan sehingga harga daging sapi pada saat hari besar bisa ditekan sesuai dan tidak melonjak.

Selain itu, kebutuhan daging sapi untuk daerah lainnya yang ada di Sumatera Utara ini bisa dpiasok dari Langkat.

Pewarta: imam Fauzi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2017