Samosir, 20/8 (Antarasumut) - Pulau Samosir yang berada di ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah Danau Toba.
      Namun tidak banyak yang tahu, Samosir baru menjadi pulau saat tanah yang menghubungkannya dengan daratan Sumatera, tepatnya di daerah Pangururan, dipenggal oleh pemerintah kolonial Belanda dalam rangka pembuatan kanal. 
     Karena telah terpisah dari daratan, kebanyakan wisatawan mencapai Pulai Samosir melalui jalur air, seperti menggunakan kapal feri. 
Satu-satunya jalur darat menuju Pulau Samosir adalah melalui Jembatan Tano Ponggol. Nama jembatan ini berarti "tanah yang dipenggal". 
     Sejalan dengan upaya pemerintah memajukan pariwisata di kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata prioritas, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan normalisasi kanal sekaligus rekonstruksi Jembatan Tano Ponggol. 
     Dengan ini, diharapkan pariwisata di kawasan tersebut semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat setempat. 
     Pada rapat tindak lanjut pembentukan Badan Otorita Kawasan Danau Toba pada Sabtu, 20 Agustus 2016 di Toba Samosir, Sumatera Utara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono memaparkan mengenai dukungan infrastruktur PUPR untuk pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.
     Di antaranya, pembangunan Jembatan Tano Ponggol di Kabupaten Samosir.


Pewarta: Waristo/Rel

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016