Medan, 27/4 (Antara) - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah diminta untuk terus melakukan inovasi terhadap produk-produk yang dihasilkan sehingga lebih menarik dan mampu bersaing di tengah kerasnya persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN.

"Kreatif dan inovatif adalah kunci untuk sukses dan cara untuk bisa bertahan menghadapi MEA," kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Arjuna Sembiring di Medan, Rabu.

Misalnya, pembuatan keripik dari pisang yang dulunya hanya satu rasa, bisa dikembangkan dengan berbagai aneka rasa yang memang membuat masyarakat memiliki banyak pilihan untuk mencoba dan membelinya, demikian juga dengan berbagai produk lainnya.

Kemudian, yang juga tidak kalah penting adalah desain bungkus produk supaya menarik dan dikemas dengan cukup baik, tentunya akan memancing perhatian konsumen yang pada akhirnya berkeinginan membelinya.

"Pembungkus produk harus menarik. Untuk produk makanan dan minuman, harus ada label halal dari MUI. Kenapa itu penting, karena konsumen sekarang semakin cerdas dalam memilih produk," katanya.

Sementara terkait MEA, menurut dia, ada beberapa hal yang harus dilakukan yakni peningkatan wawasan dan kemampuan pelaku UMKM agar mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan yang ada, termasuk dalam kerangka kerja sama ASEAN terhadap MEA.

Kemudian peningkatan efisiensi produksi dan manajemen usaha, peningkatan daya serap pasar produk UMKM lokal, serta menjaga dan meningkatkan daya saing UMKM sebagai industri kreatif dan inovatif.


"Demikian juga dengan meningkatkan standar, desain, dan kualitas produk agar sesuai ketentuan ASEAN, misalnya ISO-2600. Kualitas, kualitas, dan kualitas adalah hal yang utama kalau mau bertahan dan bersaing di perbisnisan, apalagi menghadapi persaingan di MEA," katanya. ***3***








(T.KR-JRD/B/I023/I023) 27-04-2016 09:39:15

Pewarta: juraidi

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016