Gunungsitoli, Sumut, 7/4 (Antara) - Warga Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengalami krisis air bersih akibat terhentinya suplai dari PDAM Tirta Umbu yang merupakan imbas dari padamnya listrik di daerah itu sejak hampir sepekan lalu.

Salah seorang warga Kota Gunungsitoli, Orani, Kamis, mengaku sangat kesulitan untuk mendapat air bersih sejak terjadi pemadaman listrik.

Untuk mendapat air bersih, dia terpaksa meminta air ke Paroki, dan mengangkut menggunakan sepeda motor karena cukup jauh dari kediamannya.

"Sebelum pemadaman, air bersih kami dari PDAM Tirta Umbu. Sejak pemadaman listrik, air tidak mengalir dari PDAM, sehingga kami sulit mendapat air bersih. Saya harus mencari air bersih untuk kebutuhan mandi, mencuci dan memasak dengan meminta ke Paroki dan mengangkut jerigen air menggunakan sepeda motor," katanya.

Hal yang sama juga dikatakan warga Gunungsitoli lainnya, Jul Harefa, yang menyebutkan air dari PDAM tidak mengalir sejak pemadaman llistrik, sehingga mereka terpaksa membeli air seharga Rp 2000 - Rp 5000 per jerigen.

Jika tidak punya uang, dia meminta kepada saudara yang punya sumur, dan mengangkut dengan sepeda motor.

Plt. Kepala PDAM Tirta Umbu, Viktor Waruwu, membenarkan PDAM Tirta Umbu dalam beberapa hari ini tidak dapat mengalirkan air bersih ke rumah rumah pelanggan.

Penyebabnya adalah pemadaman listrik PLN, sehingga mesin pompa air milik PDAM Tirta Umbu tidak dapat berfungsi.

Dia mengakui, PLN ada menempatkan 2 unit genset mobile membantu PDAM Tirta Umbu, tetapi penanganannya masih dilakukan PLN.

Karena penangannya masih dilakukan PLN, mesin genset mobile baru dihidupkan jika PLN mengisi solar, sehingga pihaknya tidak bisa maksimal menyuplai air.

"Pipa kita terkadang masuk angin kalau mesin genset PLN dimatikan.Genset PLN ditempatkan di kantor PDAM Tirta Umbu dan dan sumber mata air di idanoi. Mesin tersebut juga tidak bisa hidup 24 jam seperti listrik sebelumnya, tetapi kita tetap berusaha semaksimal mungkin membantu warga walau harus bergilir," katanya.

Viktor juga menegaskan, jika penanganan mesin genset mobile diberikan PLN kepada PDAM Tirta Umbu, dia memastikan suplai air bersih sebagian bisa teratasi, karena PDAM tidak perlu menunggu solar dari PLN, dan bisa menggunakan solar sendiri.

Selain itu, dia berharap PLN memberi bantuan tambahan sebanyak 3 unit genset mobile, karena sumber mata air milik PDAM ada lima.

Sedangkan genset mobile yang diberi PLN hanya 2 unit, sehingga sumber mata air Binaka, Moawo dan Tumori tidak dapat mengaliri air bersih kepada pelanggan.

Dia juga memberitahu, PDAM saat ini tidak menjual air dengan mobil tangki kepada masyarakat, karena PDAM Tirta Umbu kekurangan air bersih untuk para pelanggan akibat pemadaman listrik.

Tetapi PDAM memberi air gratis kepada pelanggan jika ingin mengambil langsung di kantor PDAM Tirta Umbu.

Pewarta: Irwanto Hulu

Editor : Juraidi


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2016