Jakarta, 12/12 (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta Kamis pagi menguat 20 poin menjadi Rp11.970 dibanding posisi sebelumnya (11/12) Rp11.990 per dolar AS.

"Diperkirakan Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar uang domestik sehingga rupiah menguat," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Kendati demikian, lanjut dia, penguatan rupiah itu cenderung terbatas dikarenakan sentimen dari tercapainya kesepakatan pemangkasan anggaran AS dipandang akan menghindari "shutdown" ekonomi AS sehingga pengurangan stimulus (tapering off) the Fed bisa lebih cepat.

"Kemungkinan 'tapering off' the Fed terjadi di bulan ini, kondisi itu bisa membuat dolar AS kembali menguat," katanya.

Sementara itu, analis Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir mengatakan bahwa munculnya draft kesepakatan anggaran AS itu diperkirakan dapat mengurangi resiko terulangnya "government shutdowns" AS sehingga kinerja ekonomi Amerika bisa semakin kuat.

Di sisi lai, lanjut dia, investor juga bersikap waspada menanti hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Indonesia. Survei menunjukan BI akan mempertahankan suku bunga di level 7,5 persen untuk bulan Desember tahun ini.

"Rupiah mungkin akan diperdagangkan di kisaran Rp11.930-Rp12.070 per dolar AS untuk hari ini," kata dia. (KR-ZMF)

Pewarta: Zubi Mahrofi

Editor :


COPYRIGHT © ANTARA News Sumatera Utara 2013