Medan, 29/3 (Antara) - Jenazah Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan yang tewas dianiaya warga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamaraja Medan, Jumat, dengan upacara militer.

Prosesi pemakaman tersebut dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro yang dihadiri Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Basaruddin, dan Bupati Simalungun JR Saragih.

Jenazah yang disemayamkan di rumah duka di Jalan Pintu Air IV Kelurahan Kuala Bekala, Kecamatan Medan Johor tiba di komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Medan pukul 15.20 WIB dan dimakamkan pukul 15.40 WIB.

Sebelum dimakamkan, dibacakan riwayat hidup AKP Andar Siahaan yang lahir pada 28 Juli 1962 dan meninggalkan istrinya Boru Situmorang dengan tiga anak yakni Mey Septani Siahaan (22), Sephia Lestari Siahaan (18), dan Daniel Siahaan (16).

Dalam pembacaan daftar riwayat hidup, disebutkan perwira Polri dengan NRP 62070257 tersebut dianugerahkan pangkat Komisaris Polisi (Kompol) Anumerta.

Sebelum dimakamkan, dilaksanakan penghormatan terakhir dengan tembakan salvo yang dilaksanaklan regu dari Satuan Brimob Polda Sumut.

Setelah itu, dilaksanakan pembacaan doa secara kristiani yang dipimpin salah seorang pendeta dan didampingi seluruh anggota keluarga jenazah.

Ketika jenazah akan dimakamkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro mengucapkan kata-kata pemberangkatan yang menunjukkan nilai kepahlawan Kapolsek Dolok Pardamean itu.

"Atas nama bangsa dan Polri, kami mempersembahkan kepada ibu pertiwi jasad Kompol Anumerta Andar Siahaan," katanya.

Kapolsek Dolok Pardamean AKP Andar Siahaan dan tiga anggota berupaya menangkap bandar judi di Desa Buttu Bayu, Kecamatan Dolok Pardamean, pada Rabu malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Ketika bandar judi di tempat itu didapatkan, AKP Andar Siahaan diteriaki sebagai maling sehingga warga sekitar berupaya melakukan penganiayaan.

Mengetahui kedatangan warga, AKP Andar Siahaan dan anggota berupaya menyelamatkan diri. Namun Kapolsek Dolol Pardamean itu ditangkap warga di Dusun Raja Nihuta, Desa Buttu Bayu.

Setelah didapatkan massa, AKP Andar Siahaan mengalami penganiayaan sehingga meninggal dunia karena mengalami luka parah di bagian kepala disebabkan menerima hantaman benda keras dan tumpul. ***2*** yuliastuti (T.I023/B/N. Yuliastuti/N. Yuliastuti) 29-03-2013 16:16:13

Pewarta: Irwan Arfa
:

COPYRIGHT © ANTARA 2026