"Ada sapi sebanyak 6.349 ekor yang sudah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan hingga Mei," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumut Tetty Erlina Lubis usai Rapat Koordinasi Tim Penanganan Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumut dan TPID Kota Medan di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Sumut-Aceh d Medan, Selasa.
Jumlah sapi yang dipersiapkan sebanyak 6.349 ekor itu berupa sapi ternak lokal dan impor dari Australia.
Khusus sapi impor dari Australia itu sendiri, menurut dia, baru masuk pekan lalu, meski izin pasokannya sudah dikeluarkan pada 24 November 2012 untuk dua perusahaan yakni Lembu Andalan Langkat dan Guna Prima, Deliserdang, Sumut.
"Mudah-mudahan harga daging sapi di pasar tidak mengalami gejolak karena secara stok sudah aman," katanya.
Stok daging akan terus diupayakan dijaga sepanjang tahun ini khususnya mendekati Puasa Ramadhan dan Idul Fitri yang biasanya mengalami lonjakan permintaan dan memicu kenaikan harga jual di pasar.
Tetty menjelaskan kebutuhan daging di Sumut berkisar 200.000 ekor per tahun, sementara populasi sudah di atas angka itu atau ada 542.592 ekor yang terdiri dari sapi betina, jantan, dan anakan.
"Tetapi perlu dipahami bahwa yang dipotong adalah sapi jantan dan betina dewasa. Jadi tidak semua jumlah populasi sapi itu bisa dipotong semua pada saat bersamaan," katanya.
Tetty menyebutkan, Pemerintah Provinsi Sumut terus berupaya meningkatkan populasi sapi di Sumut agar tidak tergantung dengan impor.
Pantauan di sejumlah pasar seperti di Pasar Medan Johor, harga daging sapi masih bertahan tinggi pada kisaran Rp80.000,00 - Rp85.000,00 per kg meski permintaan melemah. ***3***
(T.E016/B/R. Chaidir/R. Chaidir)
Pewarta: Evalisa Siregar:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.