Kurangnya mengikuti kejuaraan menjadi salah satu penyebab menurunnya kejayaan olahraga tinju daerah itu dalam beberapa tahun belakangan ini, padahal provinsi itu banyak memiliki bibit-bibit berbakat, katanya di Medan, Selasa.
"Dalam beberapa tahun belakangan ini memang sangat kurang sekali adanya kejuaraan tinju digelar. Artinya kalau hanya latihan saja tanpa adanya kejuaraan tentunya tidak ada gunanya juga," katanya.
Menurut dia, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, kejuaraan yang digelar hampir rutin setiap bulannya.
Dengan demikian atlet juga tentunya dapat mengevaluasi dari kejuaraan yang diikuti dan semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitasnya serta.
"Berbeda dengan sekarang, sangat jarang digelar kejuaraan dan kalaupun ada hanya sebatas kejurda atau kejurnas. Kalau hanya dua kejuaraan ini saja jelas sangat tidak cukup untuk menambah jam terbang atlet," katanya.
Pada PON XVIII/2012 Riau lalu, Sumut menurunkan 10 petinju yakni Benget Simorangkir, Nurmala Dewi dan Maduma Simbolon, Nico Purba, Esmiliana Simangunsong, Abdulah Siregar, Siti Aisyah, Sadarmawati, Gayatri dan Daniel Pasaribu.
Namun pencapaian medali kurang memuaskan, karena hanya berhasil membawa pulang satu emas dan satu perak. Raihan ini menurun jika dibandingkan dengan penyelenggaraan PON XVII/2008 di Kalimantan Timur dengan dua emas dan lima perunggu.
Ketua Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) Sumatera Utara ini juga mengatakan bahwa dirinya tidak mau mencari siapa yang salah dengan merosotnya prestasi tinju di daerah itu dalam beberapa tahun ini. Baginya yang penting hal itu harus menjadi perhatian semua pihak bagaimana kemerosotan itu tidak sampai berlarut-larut.
Dalam hal ini sudah menjadi tugas utama Pengurus Pertina Sumut dan pengcab-pengcab lainnya, bagimana dapat merangkul berbagai pihak baik pengusaha, pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya untuk diajak bekerjasama dalam menggelar kejuaraan.
"Memang anggaran untuk menggelar kejuaraan sangat berbatas, namun itu kan tidak dapat dijadikan patokan. Pengurus harus kreatif mencari solusinya, misalnya dengan menggandeng pihak ketiga, apalagi memang tinju ini salah satu cabang olahraga andalan Sumut," katanya. ***4***
(T.KR-JRD/C/Farochah/Farochah)
Pewarta: Juraidi:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.