Evakuasi disaksikan Kapolres Simalungun AKBP Andi S Taufik SIK, Kapolresta Pematangsiantar AKBP Alberd TB Sianipar SIK MH, Dandim 0207 Simalungun Letkol Inf martin SM Turnip, Kadishub Kominfo Simalungun Mixnon Andreas Simamora SIP, personil Dirlantas Poldasu, dan sedikitnya 80-an masyarakat setempat.
Bus Koperasi Diori BB 7663 EA yang sebagian terbenam di sungai itu diangkat dari dasar jurang kedalaman 5 meter pada pukul 12.02 WIB sampai pukul 13.13 WIB sudah dalam keadaan tidak utuh lagi. Gerdang dan kedua ban belakang terlepas, demikian juga dinding sebelah kiri, dan bangku tempat duduk. Bagian depan bus hancur.
Dalam keterangan kepada wartawan di TKP, Kapolres Simalungun menegaskan evakuasi bangkai bus bagian dari penyidikan kecelakaan yang menewaskan tujuh orang diantaranya enam pelajar calon Paskibra Siantar, dan sary pembantu supir bus yang membawa rombongan paskibra tersebut.
“Layak tidaknya bus beroperasi masih dalam penyidikan,” tandas Kapolres Simalungun yang menyampaikan kondisi jalan menurun yang cukup tinggi berletter ‘U’ berujung jembatan dinilai rawan untuk dilewati apalagi dalam keadaan hujan.
Terkait korban, Kapolres mengaskan ada 6 pelajar yang meninggal dan satu pembantu supir (kenek), 14 pelajar liannya luka ringan dan 4 luka berat dirawat di RS Vita Insani Pematangsiantar. “Identitas supir sudah kita ketahui, saat ini dalam pencarian kepolisian,” tandas Kapolres Simalungun.
Kemarin sore, rombongan paskibra dari berbagai sekolah SMU se Kota Pematangsiantar berangkat dari lapangan Haji Adam Malik Kota Pematangsiantar dengan sejumlah bus dan mopen yakni, Koperasi Diori, Sinar Siantar, Ria Jaya, Bandar Jaya menuju Balai Diklat Kehutanan di kawasan Pondok Buluh.
Menjelang 500 meter dari Diklat, kawasan tikungan yang berujung jembatan bus Koperasi Diori yang dikemudikan marga Situmorang (buron) hilang kendali, melaju kencang dan menabrak tembok jembatan, terjeun bebas ke dasar sungai dengan kedalaman sekitar 5 meter.
Jenazah Nabila penduduk Karangsari Permai, Ananda Annisa Roja Jalan Sisingamangaraja Gang Mutaqin, Juraida Lubis Jalan Kiyai, Gusti Ayu kompleks perumahan BTN (keempatnya pelajar SMA Negeri 4 Pematangsiantar), Masnaria br Panggabean Jalan Merbau, Ovri Simalango Simpang Siatasan Tiga Dolok (pelajar SMA Negeri 1) dan Humisar Panggabean (kenek) Jalan Tentram Pematangsiantar, dimakamkan hari ini.
Dikabarkan, proses belajar mengajar di SMA Negeri 4 Pematangsiantar ditiadakan, para guru dan pelajar dibagi empat rombongan ke rumah duka masing-masing korban untuk mengantar jenazah ke peristirahatan terakhir. Begitu juga di SMA Negeri 1 Pematangsiantar. Petinggi Pemko turut menghadiri pemakaman ini. (Waristo).
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.