Dari hasil produksi Gabah Kering Panen (GKP) padi sawah dan padi gogo sebanyak 474.889 ton, yang setara dengan produksi beras 257.826 ton, maka dikurangi kebutuhan beras masyarakat untuk 1.210.776 jiwa, maka didapatlah angka surplus beras itu, kata Basra Daulay di Stabat, Minggu.
"Ini sungguh sangat menggembirakan, sehinga bila dibandingkan dengan tahun 2011 yang lalu, maka terdapat kenaikan 15.798 ton," katanya seraya menambahkan termasuk juga kenaikan tersebut terjadi pada produksi Gabah Kering Panen (GKP) mencapai 28.552 ton.
Basrah juga mengungkapkan bahwa hal itu berkaitan dengan indeks pertanaman yang meningkat, dari 2011 dengan IP 183, kini menjadi IP 195.
Untuk tahun 2013 ini diharapkan Langkat akan menjadi IP 200, dan tidak ada lagi yang ber IP 100, artinya tidak ada lagi pertanaman padi sekali setahun, tapi sudah menjadi tiga kali setahun, katanya.
Pada bahagian lain Basrah juga menjelaskan berdasarkan hasil nota kesepahaman (MOU) yang dilakukan dengan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Udhoro Kasih Anggoro, tentang pencapaian hasil produksi padi dan beras, ada kenaikan dari kesepakatan.
Dimana Langkat mencapai 6,5 persen dan melebihi kesepakatan yang dibuat yaitu 5 persen, katanya.
Diharapkan nantinya dengan keberhasilan ini akan mendorong pemerintah pusat maupun provinsi untuk memberikan dan menyalurkan berbagai bantuannya guna mendukung
diantaranya diarahkan buat para petani Langkat.
"Petani sangat berharap berbagai bantuan tersebut, terutama mesin, drenaise, maupun juga bibit buat peningkatan produksi padi," ungkap Basrah.
Secara terpisah Sekretaris Dinas Pertanian Langkat Mahruzar Nasution menjelaskan selain padi, berbagai produksi tanaman pangan lainnya juga meningkat.
Seperti kecanag tanah produksinya mencapai 1.075 ton, kecanag hijau 1.390 ton, ubi kayu 15.047 ton, ubi jalar 3.84 ton, katanya.
Selain itu, produksi kembang kol mencapai 160 ton, sawi mencapai 1.841 ton, kacang panjang 3.107 ton, cabai 1.707 ton, tomat, 117 ton, terong 2.136 ton, ketimun 2.925 ton, kangkung 796 ton, dan bayam 1.753 ton. ***3*** Ridwan Chaidir (T.KR-JRD/B/R010/R010) 03-02-2013 14:25:39
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.