Binjai, Sumut, 30/1 (ANTARA) - Hujan deras sepanjang malam membuat aliran sungai Bingei di Kota Binjai, Sumatera Utara meluap, akibatnya bantaran sungai sepanjang lima meter lebih ambruk.

"Bantaran sungai ambruk, karena meluapnya air dari sungai Bingei," kata salah seorang ibu rumah tangga Farida di Binjai, Rabu.

Ambruknya bantaran sungai ini membuat warga khawatir, karena kediaman warga yang berada di sekitar sungai juga kini terancam ambruk, katanya.
Padahal bantaran sungai ini sedang dalam proyek pengerjaan, namun diduga karena kurangnya campuran dan pengawasan dari pemerintah akibatnya bantaran sungai tidak mampu enahan derasnya air yang datang.

"Ambruknya bantaran sungai kali ini merupakan yang kedua kalinya," ujarnya.

Sebelumnya bantaran sungai ini juga pernah ambruk pada bulan Desember 2012.

Oleh instansi terkait ambruknya bantaran sungai tersebut langsung diperbaiki, namun kini pekerjaan yang sudah hampir selesai itu, kini kembali ambruk, katanya.

Jelas, ambruknya bantara sungai itu mengancam pemukiman warga yang berada di sekitar sungai, apalagi bila sewaktu-waktu hujan deras kembali turun.

"Kami sangat berharap agar pemerintah kota Binjai segera memperbaiki bantaran sungai yang ambruk, sebelum menelan korban jiwa masyarakat yang bermukim disekitar sungai," harapnya.

Warga juga mengharapkan agar instansi terkait di Binjai, dapat mengawasi pekerjaan yang dilakukan rekanan, agar tidak ada lagi bantaran sungai yang ambruk, akibat kurangnya pengawasan, katanya.***4*** (T.KR-JRD)
(T.KR-JRD/C/I006/I006)


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026