"Makanya Apindo mendukung perjanjian kemitraan komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) karena dinilai lebih menguntungkan dibandingkan perdagangan bebas ASEAN - China (ACFTA) tahun 2010," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Parlindungan Purba, di Medan, Senin.
Seperti hasil evaluasi, kata dia, CEPA itu bisa menguntungkan karena produksi Indonesia tidak ada diproduksi di negara-negara Uni Eropa sehingga ekspor bisa lebih leluasa.
Kebutuhan minyak sawit dan komoditas lainnya yang dihasilkan Indonesia seperti di Sumut juga masih sangat tinggi di Beland atau di negara Uni Eropa (UE) lainnya.
"Neraca perdagangan Sumut - Belanda masih akan tetap surplus," katanya.
Mengutip pernyataan Wakil Kepala Delegasi UE Untuk Indonesia, Brunei Darusslam, dan Asean, Colin Crooks, ketika datang ke Medan tahun lalu, Parlindungan menyebutkan, hubungan UE dan Indonesia semakin berkembang pesat sejak 2004.
UE dewasa ini mitra dagang ketiga dan sumber penanaman modal asing kedua bagi Indonesia.
Hubungan yang mampu bertahan lama dan masih eksis di saat terjadi krisis mengindikasikan hubungan kerja sama bisa semakin membaik.
Namun apa pun ceritanya, kata Parlindungan yang juga anggota DPD RI utusan Sumut itu, pengusaha dan pemerintah Indonesia khususnya Sumut harus sudah menyiapkan diri untuk menghadapi dampak positif maupun negatif kerja sama itu.
Dia memberi contoh, barang UE yang sebagian besar produk industri juga akan semakin banyak mengingat nantinya sekitar 95 persen pos tarif akan dikenakan tarif nol persen dalam jangka waktu maksimal 9 tahun.
Apindo Sumut sendiri, kata dia, sudah dan terus melakukan pemetaan terhadap dampak dan keuntungan CEPA bagi pengusaha daerah itu.
Kebijakan itu juga diharapkan dilakukan pemerintah kota/kabupaten khususnya mengevaluasi berbagai peraturan daerah (perda) yang membuat biaya tinggi sehingga menyulitkan pengusaha lokal bersaing di CEPA.
Kepala Badan Pusat Statistisk (BPS) Sumut, Suharno, menyebutkan, surplus perdagangan dengan Belanda itu merupakan salah satu yang membuat ekspor non migas Sumut tidak terlalu anjlok tahun lalu.
Ekspor Sumut ke Belanda senilai 447,675 juta dolar AS, sementara impor 10,889 juta dolar AS.
Ekspor Sumut ke Belanda terbesar pada CPO dan produk jadinya serta hasil komoditas lainnya termasuk hortikultura.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.