"Harus ada upaya keras mengingat produksi yang dihasilkan Malaysia dan Sumut hampir sama ,"katanya, di Medan, Selasa.
Menurut dia, Malaysia memang dewasa ini sudah sangat maju di sektor hilir dan itu diduga menjadi salah satu penyebab mengapa tingginya defisit perdagangan Sumut-Malaysia.
Peluang Sumut sendiri untuk menekan defisit perdagangan sangat besar, karena dewasa ini Sumut termasuk menjadi incaran perusahaan asing termasuk Malaysia sebagai tempat investasi.
Dengan semakin banyaknya perusahaan beroperasi di Sumut, diharapkan, ekspor Sumut ke Malaysia semakin besar.
"Kalau diikuti dengan fokus ke produk jadi, tentunya juga impor dari Malaysia bisa ditekan,"katanya.
Pemerintah perlu memberi dorongan kuat kepada pengusaha untuk bisa lebih leluasa memproduksi produk jadi sehingga ketergantungan ekspor dan impor juga bisa ditekan.
Penduduk Sumut atau dalam negeri yang cukup banyak merupakan peluang pasar yang besar, kata Parlindungan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, menyebutkan, ekspor Sumut ke Malaysia tahun 2012 sebanyak 345,331 juta dolar AS, sedangkan nilai impornya sudah 645,463 juta dolar AS.
"Memang ada defisit sebesar 300,132 juta dolar AS,"katanya.
Defisit perdagangan di tahun lalu itu semakin dipicu dengan melemahnya ekspor Sumut ke Malaysia atau turun 5,57 persen dari 2011 yang sudah 365,717 juta dolar AS.
Sebaliknya, impor naik tajam atau 60,22 persen menjadi 645, 463 juta dolar AS dari 402,855 juta dolar AS di 2011.
***3*** (T.E016/B/M019/M019) 08-01-2013 21:51:54
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.