Pematang Siantar (ANTARA) - DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kota Pematang Siantar menggelar acara Malam Doa dan Festival Malam Waisak 2570 Buddhist Era di Vihara Samiddha Bhagya, Sabtu (31/5) malam. 

Di acara tersebut, Wali Kota Wesly Silalahi dan istri Liswati serta Kapolres AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak menerima cenderamata Anumodana.

Anumodana berarti turut merasa senang, bersukacita, atau memberikan apresiasi atas perbuatan baik (kebajikan) yang dilakukan oleh orang lain. 

Dalam konteks agama Buddha, istilah ini biasanya diwujudkan sebagai ucapan syukur dan terima kasih. Sering diucapkan sebagai bentuk terima kasih setelah menerima berkah, ajaran (Dhamma), atau berdana. 

Wali Kota Wesly Silalahi dalam sambutan mengatakan, turut berbahagia karena dapat berkumpul bersama dalam suasana penuh kedamaian dan kebersamaan.

Wesly berharap, melalui acara ini semakin tumbuh semangat persatuan, rasa saling menghormati, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat. 

Dia pun mengajak momentum ini dijadikan sebagai penguat komitmen bersama untuk terus menjaga kerukunan, keamanan, dan keharmonisan Kota Pematang Siantar. 

Ketua Panitia, Dr Erbin Chandra mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Wesly Silalahi atas dukungan dan hadir di setiap acara Walubi. 

Dia memuji kepemimpinan Wali Kota Wesly Silalahi, yang mampu menaikkan posisi Kota Pematang Siantar sebagai Kota Paling Toleran Indonesia, dari 5 ke 4.

Acara dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan Dra Happy Oikumenis Daely, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Johannes Sihombing, Kabag Kesra Setdako Irwansyah Saragih, dan Kabid Pembinaan Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Badan Kesbangpol Jansarden Damanik. 



Pewarta: Waristo
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026