Medan (ANTARA) - Adalah Hj Nurainun Siregar terpaksa meninggalkan suami, anak, menantu, dan cucu di rumah demi menjalankan tugas melayani tamu Allah SWT untuk proses keberangkatan haji ke Tanah Suci.
Beliau merupakan aparatur sipil negara (ASN) bagian Tata Usaha di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Binjai, Sumatera Utara.
"Saya jalankan tugas sebagai panitia haji Embarkasi Medan selama 20 hari ini saat proses keberangkatan calon haji asal Sumatera Utara," kata Nurainun di Asrama Haji Medan, Ahad (10/5).
Ia mengatakan, mendapat tugas dari kepanitiaan Embarkasi Medan atau tepatnya dari sekretariat Pendukung Petugas Ibadah Haji (P3IH) tahun ini.
Sehari-hari Nurainun sebagai staf di bagian Tata Usaha ini lantas ditarik membantu pelaksanaan ibadah haji di Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan.
"Kami disini bertugas mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Jadi kami tidur di Asrama Haji Medan ini," ungkap dia.
Pihaknya mengaku senang terhadap tugas yang diberikan, khususnya menangani konsumsi para staf panitia dan instansi terkait lainnya.
"Apalagi melayani konsumsi di sekretariat, ada saja yang kita hadapi. Tetapi yang penting bagi kami, semua bisa dapat makan sesuai jumlah yang ada," tutur Ibu Siregar ini.
Hj Nurainun yang tinggal di Jalan Bengkulu Binjai, Kota Binjai ini memiliki dua orang cucu dari dua buah hatinya.
Selama menjadi petugas di Asrama Haji Medan, dirinya cuma sekali berjumpa dengan Eka Putri Harianto anak pertama, drg Yulia Dewi Harianto anak kedua, dan suami tercinta Edi Harianto.
"Sempat jumpa pada pekan pertama bertugas, saya pulang ke Binjai. Tetapi sampai saat ini dengan suami hanya teleponan ketika saya rindu mereka," paparnya.
Walau demikian, Ibu Siregar ini tetap berharap Kementerian Haji dan Umrah RI semakin maju, karena telah memiliki kementerian sendiri.
"Harapan lainnya dari Kemenhaj bisa ditugaskan kembali sebagai petugas haji, dan diberangkatkan ke Tanah Suci," ungkap Nurainun yang purna tugas ASN Kantor Kemenhaj Kota Binjai 4 tahun lagi.
Pewarta: Muhammad SaidEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026