Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyatakan stok beras di gudang sebanyak 61.000 ton cukup untuk memenuhi kebutuhan selama empat bulan.

"Stok beras tersebut cukup untuk empat bulan ke depan guna menjaga ketahanan pangan di wilayah itu," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Rabu.

Budi mengatakan stok tersebut digunakan di antaranya untuk bantuan pangan, penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta cadangan beras pemerintah.

Ia mengatakan dari total stok 61.000 ton, sekitar 6.000 ton telah digunakan untuk program bantuan pangan.

"Sebelum terjadi penurunan stok, kami juga berkoordinasi dengan pusat maupun daerah lain untuk menambah pasokan beras bagi kebutuhan masyarakat Sumut," ujarnya.

Budi mengatakan pada pekan ini, terdapat penambahan stok beras di gudang sebanyak 250 ton. Selain itu, pihaknya juga melakukan penyerapan gabah kering panen (GKP) di tingkat petani lokal.

Ia menyebut penyerapan gabah dari petani di wilayahnya mencapai 20.142 ton atau setara 10.206 ton beras pada periode Januari hingga 19 April 2026.

Menurut dia, potensi penyerapan gabah ke depan berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal karena masih dalam masa panen.

Harga pembelian gabah kering panen ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dalam kondisi telah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat.

Bulog Sumut menargetkan penyerapan gabah sebanyak 62.718 ton GKP pada 2026 guna menjaga stabilitas harga beras di wilayah tersebut.

 



Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026