Medan (ANTARA) - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP) Muhamad Mardiono mendorong pondok pesantren berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Hal itu disampaikan Mardiono ketika melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Zakiyun Najah di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Ahad.
Dalam kunjungan tersebut, Mardiono menegaskan pentingnya peran pondok pesantren dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.
Mardiono yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan mengatakan, potensi krisis pangan dapat terjadi akibat perubahan iklim yang tidak menentu serta konflik global yang mempengaruhi distribusi energi dan produksi pangan.
“Dunia saat ini menghadapi ketidakpastian, baik dari sisi musim maupun situasi geopolitik. Hal ini berdampak pada produksi pangan yang sangat bergantung pada air dan energi,” ujar Mardiono.
Ia mendorong pondok pesantren untuk berkontribusi melalui program budidaya ayam petelur yang dinilai relatif cepat menghasilkan dan memiliki peluang pasar yang besar, khususnya di wilayah Medan dan sekitarnya.
“Saya melihat kebutuhan telur di Medan cukup tinggi. Jangan sampai kita bergantung pada pasokan dari luar. Santri bisa diedukasi dengan teknologi sederhana untuk mengelola ternak ayam petelur secara efektif,” katanya.
Selain itu, Mardiono menyebut pemerintah akan memberikan dukungan berupa bantuan kandang dan bibit ayam guna memastikan keberlanjutan program serta memberikan dampak ekonomi bagi pesantren.
Ketua Pembina Yayasan Zakiyun Najah Maralutan Siregar menyambut baik inisiatif tersebut dan mengapresiasi perhatian terhadap pemberdayaan santri, khususnya dari kalangan marginal.
“Program ini sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk ketahanan pangan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi santri dalam budidaya ayam petelur,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat melibatkan berbagai pihak agar implementasinya berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi pesantren maupun masyarakat sekitar.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, partai politik, dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menghadapi tantangan pangan serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas pesantren,” ujarnya.
Pewarta: Aris Rinaldi NasutionEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026