Medan (ANTARA) - Sebanyak tiga laga sepakbola hari kedua ajang Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (PORWASU) 2026 memperebutkan Piala Gubernur Sumut Bobby Nasution berakhir imbang, dan dua tim menang.

Laga pembuka KJFC ditahan imbang 1-1 Mol n Fren Binjai di Stadion Mini Pancing, Dispora Provinsi Sumut, Jalan Williem Iskandar, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (10/4).

Gol KJFC tercipta melalui pemain yang sering meliput PSMS Medan sejak masa mudanya Abdi Panjaitan, sedangkan gol Mol n Fren Binjai disumbangkan oleh Budi.

Pertandingan kedua,  tim IJTI juga harus berbagi angka setelah ditahan imbang Paralan's lewat skor kacamata 0-0 sepanjang laga 2 X 10 menit.

Sedangkan laga sengit tersaji antara Forwakum FC kontra Jurnalis FC Sergai, namun kedua tim harus berbagi angka setelah menutup laga skor 1-1.

Gol Jurnalis FC Sergai diciptakan oleh Heri Hasibuan, dan gol penyeimbang Forwakum FC disumbangkan pemain andalannya Rizky. 

Sementara laga lainnya Asahan FC berpesta gol ke gawang Polrestabes Medan FC dengan skor telak 3-0. Ketiga gol Asahan FC itu diciptakan penyerang andalannya Adam.

Untuk laga terakhir sesi pertama antara WIB versus Newsroom Labuhanbatu FC haris berakhir dengan keunggulan Newsroom dengan skor 3-0.

WIB dinyatakan kalah WO setelah menolak melanjutkan permainan setelah terjadi insiden antara kedua pemain menjelang berakhinya babak kedua.

Tim WIB yang tertinggal dua gol tersulut emosi setelah adanya tindakan provokasi dilakukan oleh pemain dan manajer Newsroom. 

Akibatnya pemain Newsroom M Rio, dan Manajer Newsroom Ridwan Dalimunthe mendapatkan sanksi keras dari perangkat pertandingan berupa larangan tidak diizinkan mendampingi tim di bench pemain hingga akhir laga PORWASU 2026.

Ketua Panitia PORWASU 2026 Zainul Abdi Nasution menanggapi kekecewaaan pemain WIB menilai screening yang dilakukan panitia penyelenggara lemah, sehingga meloloskan sejumlah pemain Newsroom yang dianggap bukan wartawan.

Pihaknya mengungkapkan, screening terhadap seluruh peserta PORWASU 2026 cabang olahraga sepakbola telah melalui mekanisme yang ketat.

"Kita menerima aduan dari peserta lain, dan kita telah melakukan screening ketat. Dari lima pemain yang dicurigai dua sudah kita coret," jelasnya.

Sedangkan tiga pemain Newsroom yang dicurigai, pihaknya juga langsung menguji di lokasi untuk membuktikan apakah benar pemain sepakbola itu wartawan atau bukan.

"Dari tim hasil tim penguji, mereka lolos. Jadi apa yang kita lakukan semuanya sudah sesuai dengan mekanisme," kata Zainul.



Pewarta: Muhammad Said
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026