Medan (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Sumut Dr dr David Luther Lubis SPOG (K) bangga dan memberi mengapresiasi kebijakan Gubsu M Bobby Afif Nasution yang secara arif dan bijaksana mengambil alih beban Pajak Penghasilan (PPh) penerima bonus PON dan Peparnas asal provinsi ini menjadi tanggunggan Pemprovsu, serta menaikkan jumlah total bonus yang diberikan.
“Salut buat Gubsu. Bagi kami, kebijakan yang diambil Pak Bobby Nasution tidak sekadar menginginkan pencapaian prestasi, tapi juga memiliki arti kemanusiaan yang sangat tinggi karena ia peduli dan memperhatikan kesejahteraan atlet,” ujar David Luther usai mendampingi atlet dan pelatihnya menghadiri penyerahan Bonus/Tali Asih Atlet dan Pelatih Berprestasi pada penyelenggaraan PON Aceh-Sumut dan Peparnas Solo di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Selasa (25/3).
David membenarkan, selaku pembina olahraga, hatinya turut menjerit ketika mengetahui kebijakan awal PPh dibebankan kepada penerima bonus. Apalagi nilai bonus juga tidak bertambah dibanding PON Papua 2021.
Namun tambahnya, ia punya feeling kebijakan tersebut belum final. Dan masyarakat olahraga Sumut, menurut David harus bersyukur, memiliki pemimpin seperti Bobby Nasution, sosok muda yang inovatif dan tetap mengedepankan kolaborasi dan cermat dalam mengambil kebijakan.
Terbukti, tambahnya, pada penyerahan bonus Selasa siang kemarin, Bobby Nasution dengan sikap kesatria, atas nama pribadi maupun selaku Gubernur, meminta maaf kepada seluruh atlet dan pelatih jika ada hal terkait bonus ini belum sesuai harapan.
Gubernur dalam acara tersebut juga memperlihatkan sikap demokratisnya memberi kesempatan kepada perwakilan atlet perorangan dan beregu mengutaran isi hatinya.
“Salut buat Pak Gubernur. Usai mendengar “curhat” atlet, beliau dalam tempo singkat namun mampu mengambil kebijakan tepat yang membuat semua pihak akhirnya happy ending (akhir yang bahagia), karena putusannya menaikkan total jumlah bonus dan mengambil alih pembayaran pajak menjadi tanggungjawab Pemprovsu,” ujarnya.
“Mungkin Pak Gubernur tahu persis betapa beratnya perjuangan seorang atlet untuk bisa berprestasi. Satu fase dalam kehidupan si atlet (fase bermain), minamal pasti berkurang karena untuk berprestasi ia pasti disibukkan dengan berlatih, berlatih, berlatih dan terus berlatih.
Pada PON XXI/2024 atletik Sumut di bawah pimpinan David Luther mengukir Sejarah Prestasi Baru menduduki 3 Besar Nasional setelah DKI dan Jawa Barat dengan meraih 6 Medali Emas, 4 Perak dan 2 Perunggu. Yang lebih membanggakan Para Atlet Atletik Sumut berhasil menciptakan 3 Rekornas dan 4 Rekor PON.
Terakhir David mengajak seluruh insan olahraga untuk tetap menjaga semangat dan mengedepankan tekad tetap berupaya maksimal membela dan menjaga nama baik Sumut. “Mari kita buat Sumut bangga melalui prestasi olahraga,” ajak dokter yang senantiasa berpenampilan necis ini.