"Aksi demonstrasi BEM SI itu bahkan membuat mereka jadi bahan olok-olok dan dibully di media sosial," ujarnya di Medan, Sabtu.
Wiji mengatakan, banyak warga yang memandang sinis dan mempertanyakan motif aksi tersebut, mengingat Wali Kota Medan Bobby Nasution jauh-jauh hari sebelumnya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada warga karena pembangunan yang gencar dan serentak dilakukan pada tahun ini berdampak pada kemacetan.
Karena aksi itu mahasiswa justru dibully di media sosial. Bahkan sebagian di antaranya menganggap aksi itu sebagai sesuatu yang lucu.
"Kita akhirnya merasa kasihan karena mahasiswa yang demo itu jadi bahan olok-olok. Rakyat sudah cerdas, bisa membedakan pemimpin yang bekerja dan mana yang pura-pura. Kota Medan sudah dipimpin seorang yang tepat, visioner dalam bekerja, berani dan mau berkolaborasi," tegas Wiji.
Pewarta: Riza MulyadiEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.