"Semua anak didik mulai PAUD, SD, SMP tetap berlanjut belajar secara luring," kata Kadis Pendidikan Daerah Tapanuli Selatan Amros Karangmatua kepada ANTARA, Selasa (5/1).
Keputusan luring menindaklanjuti surat Gubernur Sumut nomor 420/001/2021 tanggal 4 Januari 2021. Dimana belajar dengan tatap muka dibatalkan dampak COVID-19.
Baca juga: Di Tapsel operasi yustisi gencar dilaksanakan untuk cegah COVID-19
"Pemkab Tapanuli Selatan dalam hal kebijakan sistem proses belajar mengajar ditengah pandemi COVID-19 tetap mengacu kepada keputusan pemerintah," tegasnya.
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Marancar Mukaddis Harahap mengatakan, belajar luring mengingat sebagian besar wilayah daerah Tapanuli Selatan termasuk Marancar jaringan internet kurang baik disamping keterbatasan gawai cerdas para siswa.
"Karenanya, tenaga pengajar berbeda mata pelajaran langsung menemui siswa (maksimal 5 siswa) ke desa-desa secara bergantian. Pertemuan minimal 3 kali seminggu dan tatap mematuhi protokol kesehatan upaya mencegah penyebaran COVID-19," katanya.
Keduanya, Amros Karangmatua dan Mukaddis senada mengatakan, meski dinilai kurang optimal, minimal belajar luar jaringan atau luring tidak menyebabkan mata pelajaran siswa/siswi tahun ajaran 2020/2021 tidak tertinggal.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.