"Kondisi terkini mumi Yamen Silok butuh perawatan," kata Hari Suroto yang juga arkelog dari Balai Arkeologi Papua ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Jumat malam.
Lembah Baliem, kata dia, terkenal memiliki mumi. Berdasarkan data di Dinas Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya terdapat empat mumi yang sudah dikonservasi yaitu mumi Araboda, Aikima, Pumo, Yiwika.
"Keempat mumi ini telah dikonservasi pada Oktober hingga November 2017, dengan menghabiskan dana 900 juta rupiah. Kondisi keempat mumi saat ini terawat baik dalam kotak penyimpan," katanya.
Namun, masih ada satu mumi di Lembah Baliem yang belum dikonservasi. Mumi ini yaitu mumi Yamen Silok atau Mumi Angguruk.
"Mumi ini merupakan satu-satunya mumi perempuan di Baliem, saat ini disimpan oleh masyarakat di Kurima, Yahukimo," kata alumnus Universitas Udayana Bali itu.
Mumi Yamen Silok, kata dia, hanya disimpan sekadarnya di dalam honai. Mumi ini perlu dikonservasi dan dibuatkan kotak penyimpan agar lebih terawat dan terbebas dari gangguan serangga atau binatang pengerat.
"Saran saya, Pemerintah Kabupaten Yahukimo perlu belajar dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayawijaya yang telah sukses mengkonservasi empat mumi dengan melibatkan arkeolog Balai Arkeologi Papua dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Sulawesi Selatan," katanya.
Pewarta: Alfian RumagitEditor : Riza Mulyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.