• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News sumut
Kamis, 12 Maret 2026
Antara News sumut
Antara News sumut
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Berita Sumut
    • Asahan
    • Batubara
    • Binjai
    • Dairi
    • Deli Serdang
    • Diskop UMKM Kota Medan
    • Gunungsitoli
    • Humbang Hasundutan
    • Karo
    • Labuhan Batu
    • Labuhanbatu Selatan
    • Labuhanbatu Utara
    • Langkat
    • Madina
    • Medan
    • Nias
    • Nias Barat
    • Nias Selatan
    • Nias Utara
    • Padang Lawas
    • Padang Lawas Utara
    • Padang Sidempuan
    • Pakpak Barat
    • Pematang Siantar
    • Samosir
    • Serdang Bedagai
    • Sibolga
    • Simalungun
    • Tanjung Balai
    • Tapanuli Selatan
    • Tapanuli Tengah
    • Tapanuli Utara
    • Tebing Tinggi
    • Toba
    • Nasional
      • Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Pemerintah targetkan pembangunan irigasi Bendung Sei Wampu selesai 2026

        Sabtu, 8 November 2025 20:38

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Menteri PU: Floodway Sikambing-Belawan solusi atasi banjir dua kecamatan di Medan

        Sabtu, 8 November 2025 19:42

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Menteri PU targetkan penanganan longsor ruas Medan-Berastagi di Sembahe rampung Desember

        Sabtu, 8 November 2025 16:19

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Teuku Rahmatsyah dipercaya jabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, ini sosoknya

        Selasa, 14 Oktober 2025 13:30

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        41 hakim dimutasi dalam rapim Mahkamah Agung Mei 2025, berikut daftarnya

        Sabtu, 10 Mei 2025 23:30

    • Regional
      • Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Dinkes: Korban keracunan makanan capai 132 orang

        Rabu, 5 Juni 2024 21:40

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Elfin Elyas sebut perlunya optimalisasi Jalur distribusi wilayah Pantai Barat Sumut

        Rabu, 6 September 2023 20:48

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Bastian Panggabean lantik pengurus DPD IPK Padang Lawas

        Kamis, 19 Januari 2023 21:27

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa  di Singkil, Aceh

        Aktivitas lempeng Indo-Australia akibatkan gempa di Singkil, Aceh

        Senin, 16 Januari 2023 9:28

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        UAH apresiasi pinjaman tanpa bunga di Bukittinggi

        Senin, 17 Oktober 2022 0:30

    • Ekonomi Dan Bisnis
      • Harga emas Antam Rabu ini melonjak Rp40.000 ke angka Rp3,087 juta/gr

        Harga emas Antam Rabu ini melonjak Rp40.000 ke angka Rp3,087 juta/gr

        Rabu, 11 Maret 2026 16:07

        Bulog Sumut mulai salurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026

        Bulog Sumut mulai salurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret 2026

        Rabu, 11 Maret 2026 13:58

        Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp16.851 per dolar AS

        Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp16.851 per dolar AS

        Rabu, 11 Maret 2026 9:10

        Harga emas UBS Rp3,106 juta/gr dan Galeri24 Rp3,083 juta/gr Rabu pagi

        Harga emas UBS Rp3,106 juta/gr dan Galeri24 Rp3,083 juta/gr Rabu pagi

        Rabu, 11 Maret 2026 6:40

        Jaringan Indosat di Aceh aman dan stabil, hadir nyata Llwat surau berdaya

        Jaringan Indosat di Aceh aman dan stabil, hadir nyata Llwat surau berdaya

        Selasa, 10 Maret 2026 14:30

    • Hukum dan Kriminal
      • Kemenkum Sumut hadirkan Marcell Siahaan kegiatan sosialisasi royalti

        Kemenkum Sumut hadirkan Marcell Siahaan kegiatan sosialisasi royalti

        Rabu, 11 Maret 2026 5:22

        Kemenkum Sumut tingkatkan edukasi di Pematangsiantar tentang kekayaan intelektual

        Kemenkum Sumut tingkatkan edukasi di Pematangsiantar tentang kekayaan intelektual

        Rabu, 11 Maret 2026 5:15

        Kakanwil buka kegiatan rapat koordinasi tugas dan fungsi BHP Medan

        Kakanwil buka kegiatan rapat koordinasi tugas dan fungsi BHP Medan

        Selasa, 10 Maret 2026 4:23

        Kemenkum Sumut ikuti analisis dan evaluasi sebagai semangat raih target 2026

        Kemenkum Sumut ikuti analisis dan evaluasi sebagai semangat raih target 2026

        Selasa, 10 Maret 2026 4:14

        Kemenkum Sumut ikuti rakor teknis penerbitan SKT pendirian parpol

        Kemenkum Sumut ikuti rakor teknis penerbitan SKT pendirian parpol

        Senin, 9 Maret 2026 12:49

    • Olahraga
      • Bulu Tangkis
      • Futsal
      • Piala Dunia
      • Piala Eropa
      • PSMS
      • Sepakbola
      • Tenis
      • Editorial
          • Artikel
          Meneguhkan Kewajiban Zakat dan Menguatkan Sinergi Wakaf, Infaq dan Sadaqah dalam Membangun Ekonomi Umat

          Meneguhkan Kewajiban Zakat dan Menguatkan Sinergi Wakaf, Infaq dan Sadaqah dalam Membangun Ekonomi Umat

          Rabu, 4 Maret 2026 11:31

          Keuangan publik Islam dari zakat ke sadaqah, infaq dan wakaf

          Keuangan publik Islam dari zakat ke sadaqah, infaq dan wakaf

          Selasa, 3 Maret 2026 20:42

          Afirmasi negara dan pentingnya penataan tata kelola pendidikan keagamaan

          Afirmasi negara dan pentingnya penataan tata kelola pendidikan keagamaan

          Jumat, 6 Februari 2026 9:15

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Dua dekade, PWI Tanjungbalai "lahirkan" 21 wartawan kompeten

          Rabu, 31 Desember 2025 15:34

      • Peristiwa
        • BMKG prakirakan hujan petir di sejumlah kota pada Rabu

          BMKG prakirakan hujan petir di sejumlah kota pada Rabu

          Rabu, 11 Maret 2026 6:43

          Data ungkap kematian ibu hamil dan kekerasan anak masih tinggi

          Data ungkap kematian ibu hamil dan kekerasan anak masih tinggi

          Selasa, 10 Maret 2026 16:13

          BMKG prakirakan hujan masih turun di sejumlah wilayah Indonesia

          BMKG prakirakan hujan masih turun di sejumlah wilayah Indonesia

          Selasa, 10 Maret 2026 10:18

          BGN ingatkan mitra tidak jadikan Program MBG ladang bisnis

          BGN ingatkan mitra tidak jadikan Program MBG ladang bisnis

          Minggu, 8 Maret 2026 12:19

          Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

          Jenazah Vidi Aldiano dimakamkan di TPU Tanah Kusir

          Minggu, 8 Maret 2026 11:55

      • Cuaca
        • BMKG: Waspadai potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara

          BMKG: Waspadai potensi gelombang tinggi di perairan Sumatera Utara

          Senin, 2 Maret 2026 12:32

          Mendes puji Gubernur Sumut kawal Nias Utara dari status tertinggal

          Mendes puji Gubernur Sumut kawal Nias Utara dari status tertinggal

          Kamis, 26 Februari 2026 5:45

          Pemkot Medan gelontorkan Rp2,9 miliar gelar Ramadhan Fair XX 2026

          Pemkot Medan gelontorkan Rp2,9 miliar gelar Ramadhan Fair XX 2026

          Selasa, 24 Februari 2026 22:05

          Mendikdasmen: Program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia

          Mendikdasmen: Program MBG merupakan investasi masa depan Indonesia

          Selasa, 17 Februari 2026 9:24

          PMI Sumut layani warga pascabencana banjir di Tapanuli Selatan

          PMI Sumut layani warga pascabencana banjir di Tapanuli Selatan

          Minggu, 8 Februari 2026 0:34

      • Foto
        • Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

          Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

          Selasa, 3 Maret 2026 15:07

          Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

          Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

          Jumat, 20 Februari 2026 17:48

          Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

          Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

          Sabtu, 14 Februari 2026 18:45

          Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

          Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

          Senin, 26 Januari 2026 16:18

          Pemantauan penyaluran MBG di Medan

          Pemantauan penyaluran MBG di Medan

          Rabu, 14 Januari 2026 11:29

      • Video
        • Bulog salurkan 4.518 ton beras bantuan untuk warga Medan

          Bulog salurkan 4.518 ton beras bantuan untuk warga Medan

          Rabu, 11 Maret 2026 15:11

          KPPU cek harga bahan pokok di pasar Kota Medan jelang lebaran

          KPPU cek harga bahan pokok di pasar Kota Medan jelang lebaran

          Senin, 9 Maret 2026 17:54

          KAI Divre I Sumut lakukan pemeriksaan rel jelang angkutan lebaran

          KAI Divre I Sumut lakukan pemeriksaan rel jelang angkutan lebaran

          Jumat, 6 Maret 2026 19:59

          Satgas Pangan Polda Sumut pastikan stok sembako aman jelang Lebaran

          Satgas Pangan Polda Sumut pastikan stok sembako aman jelang Lebaran

          Jumat, 6 Maret 2026 14:34

          Korupsi proyek jalan, Eks Kadis PUPR Sumut dituntut 5,5 tahun penjara

          Korupsi proyek jalan, Eks Kadis PUPR Sumut dituntut 5,5 tahun penjara

          Kamis, 5 Maret 2026 23:06

      Jangan pernah ingin jadi Messi, berat!

      Minggu, 7 Juli 2019 21:29 WIB 1578

      Jangan pernah ingin jadi Messi,  berat!

      Ekspresi megabintang sekaligus kapten tim nasional Argentina, Lionel Messi, dalam pertandingan perebutan tempat ketiga Copa America 2019 melawan Chile di Stadion Arena Corinthians, Sao Paulo, Brasil, Sabtu (6/7/2019) setempat. (ANTARA/AFP/Nelson Almeida)

      Jakarta (ANTARA) - Talenta muda Takefusa Kubo, bukanlah sosok pertama yang disebut-sebut sebagai Messi-nya Jepang.

      Ia mewarisi gelar serupa dari seniornya Ryo Miyaichi, yang memikat Arsenal untuk membelinya hanya untuk disekolahkan lima klub berbeda hingga kontraknya habis dan kini terdampar di tim cadangan klub kasta kedua Jerman, St. Pauli.

      Kubo yang berusia 18 tahun dan baru saja diboyong Real Madrid untuk memperkuat tim cadangannya, Castilla, tentu masih punya banyak waktu untuk membuktikan kemampuannya sebagai Messi-nya Jepang.

      Publik Indonesia mengenal Egy Maulana Vikri yang disebut-sebut sebagai titisan Messi, namun bocah yang kemudian direkrut klub Polandia Lechia Gdansk itu juga belum memperlihatkan penampilan yang bisa membuatnya pantas menyandang gelar Messi-nya Indonesia.

      Kubo dan Miyaichi di Jepang, Egy di Indonesia, serta puluhan nama pemain dari belahan dunia manapun semua selalu dibanding-bandingkan dan disebut-sebut sebagai titisan Messi, hanya karena setitik potensi yang muncul, biasanya di atas rata-rata kemampuan pesepak bola negeri asalnya yang memang jauh di bawah rata-rata dunia.

      Membandingkan dengan Lionel Messi seolah menjadi strategi pemasaran hiperbola terbaik sembari menitipkan harapan jika sang pemain yang dimaksud punya 25 persen saja kemampuan Si Alien, maka prestasi sepak bola negaranya akan ikut terkerek.

      Padahal, menjadi Messi itu berat, terutama ketika berbicara soal membawa prestasi tim nasional negaranya, Argentina.

      Tak perlu ditanya lagi prestasi Messi di Barcelona. Sepuluh gelar juara La Liga, enam trofi Piala Raja, delapan trofi Piala Super Spanyol, empat trofi Liga Champions, tiga trofi Piala Super Eropa dan tiga trofi Piala Dunia Antarklub, semuanya dimenangi Messi bersama Las Blaugranas.

      Bukan hanya itu, enam gelar El Pichichi alias top skor La Liga dan tentunya lima anugerah Pemain Terbaik Dunia Ballon d'Or juga diraihnya selama membela Barcelona.

      Namun, ketika berbicara di level timnas, Messi cuma punya medali emas Olimpiade 2008 dan Piala Dunia Remaja (U20) 2005, gelar yang 14 tahun silam membuatnya dibanding-bandingkan dengan legenda Argentina Diego Maradona.

      Lahir dan memutuskan membela Argentina menjadi anugerah sekaligus kutukan bagi Messi, sebab dengan berseragam La Albiceleste ia menempatkan dirinya dalam kerangka komparasi bersama pemain tersukses yang pernah mengenakan warna garis-garis putih biru langit, Maradona.

      Setelah memukau dunia dalam Piala Dunia Remaja 1979 di Jepang dan menjuarainya, dalam kurun waktu tujuh tahun berselang Maradona menerjemahkan kepiawaiannya itu dengan memikul beban Argentina sendirian untuk meraih trofi Piala Dunia 1986.

      Sedangkan prestasi Messi di Argentina terhenti di level junior semata dan selalu berlabel nyaris semata ketika ia membela timnas senior La Albiceleste dalam turnamen apapun.

      Namun, Messi tak pernah menyesali keputusannya untuk membela tanah kelahirannya alih-alih berseragam Spanyol, usai ia memperoleh kewarganegaraan dan hak mewakili negara itu di turnamen resmi FIFA beberapa tahun setelah ia diboyong Barcelona dalam usia 13 tahun.

      Padahal, jika ia membela Spanyol, Messi tak punya beban besar wajib membawa timnas sukses dan yang jelas pembandingnya pun tak akan sementereng Maradona. Messi mungkin hanya akan dibanding-bandingkan dengan Emilio Butragueno yang prestasi terbaiknya cuma membawa Spanyol jadi runner-up Piala Eropa 1984.

      Catatan tiga kekecewaan

      Messi empat kali tampil di partai final sebuah turnamen sejak membela timnas senior Argentina, namun ketika kalah 0-3 kontra Brasil di final Copa America 2007 ia masih dianggap sebagai pemeran pembantu dari Juan Roman Riquelme yang saat itu menjadi poros kekuatan utama La Albiceleste.

      Messi baru menjadi tulang punggung utama Argentina pada partai final Piala Dunia 2014 serta Copa America edisi 2015 dan 2016, namun ketiganya berakhir dengan kekecewaan semata atau adegan Sang Alien dan rekan-rekannya berjalan melewati trofi yang diperebutkan berkalung medali perak saja.

      Dukungan penuh bagi Messi di timnas Argentina bukanlah sesuatu yang wajar setidaknya hingga 2016, sebab warga negara itu kebanyakan tak merasa punya kedekatan yang cukup dengan Sang Alien.

      Hijrah ke Spanyol sejak usia dini membuat Messi tak berkesempatan bermain di level profesional untuk klub Argentina dan hal itu menciptakan jarak tak kasat mata dengan suporter La Albiceleste.

      Suporter Argentina tentu mendukung Messi untuk berprestasi dengan negaranya, namun hal itu tak ubahnya tindakan sarat pamrih dan hanya akan berbuah gelombang tekanan besar ketika prestasi yang diharapkan tak terjadi.

      Belum lagi, tekanan dari media-media global yang mengabaikan sama sekali kontribusi Messi terhadap Argentina tentunya dengan perbandingan catatan gemerlapnya di Barcelona.

      Cemoohan dari tribun stadion yang dipenuhi penonton mengenakan seragam Argentina bukan pemandangan aneh tiap kali Messi membela La Albiceleste. Adegan itu terjadi pertama kali pada 6 Juli 2011 ketika Argentina menjadi tuan rumah Copa America dan gagal meraih kemenangan di dua laga pertama penyisihan Grup A usai bermain nirgol kontra Kolombia.

      Argentina terhenti di babak perempat final usai kalah lewat adu penalti melawan Uruguay, yang melenggang menjadi juara Copa America 2011, sedangkan jurang antara Messi dan suporter La Albiceleste kian melebar.

      Suporter kembali berada di belakang Messi, ketika ia membawa Argentina ke final Piala Dunia 2014 di Brasil, namun setelah kekalahan 0-1 dari Jerman ia kembali dicemooh.

      Hal yang sama terjadi setahun berselang dalam Copa America 2015, ketika Argentina mencapai final namun kalah 1-4 lewat adu penalti dari tuan rumah Chile. Gelombang kritik keras dari suporter dan media terus mengalir.

      Kekecewaan bagi Messi dan suporter Argentina disebabkan oleh hal yang sama, paceklik gelar, namun menjelma jadi dua hal berbeda. Kemarahan bagi suporter Argentina dan luka yang mendalam bagi Messi.

      Setahun setelah kekalahan di partai final Copa America 2015, Messi kembali mengantarkan Argentina ke final turnamen serupa yang merayakan edisi seabad di Amerika Selatan.

      Argentina kembali kalah dari lawan yang sama Chile, dengan cara yang sama, namun Messi tak memberikan kesempatan gelombang dukungan berubah menjadi kritik keras, sebab ia segera mengumumkan keputusan untuk pensiun dari timnas Argentina di hadapan sejumlah wartawan hanya sesaat setelah pertandingan berakhir di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada 26 Juni 2016.

      "Saya sudah berusaha sekuat tenaga. Sudah empat final, saya menginginkan gelar juara bersama timnas dibanding siapapun, namun sayangnya, itu tidak terjadi. Saya pikir ini yang terbaik bagi semua orang, terutama bagi saya dan mereka yang mengharapkan ini terjadi. Tim ini sudah berakhir bagi saya, keputusan sudah diambil," demikian kata Messi saat mengumumkan keputusannya.

      Tak seperti para suporter yang selalu berayun menentukan sikap terhadap Messi, rekan-rekannya di timnas Argentina seperti Sergio Aguero, Javier Mascherano, Gonzalo Higuain, Lucas Biglia, Ever Banega, Ezequiel Lavezzi dan Angel Di Maria memberikan dukungan penuh, bahkan dilaporkan siap mengikuti jejak Messi untuk pensiun dari La Albiceleste.

      Ironisnya, setelah sekian lama kegagalan selalu dijawab dengan kritik keras dan gelombang cemooh, keputusan Messi untuk mundur direspon dengan sebuah sikap mengiba. Dari Presiden Argentina Mauricio Macri hingga Walikota Buenos Aires Horacio Rodriguez memohon agar Messi mempertimbangkan ulang keputusannya.

      Media sosial diwarnai tagar #NoTeVayasLeo atau "Jangan Pergi, Leo", slogan yang kemudian dijadikan senjata utama ketika sekira 50 ribuan orang memadai monumen Obelisk di pusat kota Buenos Aires pada 2 Juli 2016 menggelar demonstrasi memohon Messi untuk kembali ke timnas Argentina.

      Hanya sepekan setelah mengumumkan pensiun dari timnas Argentina, laporan media setempat melaporkan Messi mempertimbangkan mencabut keputusan itu. Hal itu kemudian berbuah pengumuman resmi bahwa ia membatalkan pensiun dari timnas Argentina pada 12 Agustus 2016.

      Messi, mungkin bisa berdamai dengan dirinya sendiri, namun luka dan kekecewaan itu masih ada. Ia juga tetap tak mampu menghadirkan prestasi yang didamba Argentina di pentas dunia, ketika hanya terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2018 di tangan Prancis yang melenggang menjadi juara.

      Messi melawan dunia

      Messi dan Argentina tiba di Brasil untuk mengikuti Copa America 2019, menyimpan setitik harapan untuk menyudahi paceklik prestasi.

      Namun, baik Argentina maupun Messi tampil tak meyakinkan di dua pertandingan awal penyisihan Grup B, kalah 0-2 dari Kolombia dan ditahan imbang 1-1 oleh Paraguay ketika Messi mencetak satu gol dari titik putih.

      Argentina berhasil melaju ke perempat final sebagai runner-up Grup B setelah mengalahkan tim undangan debutan Qatar 2-0 di laga pamungkas.

      Perlahan tapi pasti, Argentina menemukan permainan terbaiknya tanpa mewajibkan Messi mencetak gol atau mengirimkan assist untuk bisa menang.

      Hal itu diperlihatkan jelas ketika menundukkan Venezuela 2-0 dalam laga perempat final pada 28 Juni 2019, membalaskan kekalahan 1-3 dalam pertandingan persahabatan internasional sekira tiga bulan sebelumnya yang kebetulan juga jadi laga kembalinya Messi ke Argentina setelah absen hampir sembilan bulan.

      Hasil itu menjadi satu-satunya laga perempat final Copa America 2019 yang ditentukan tanpa melewati adu penalti.

      Kemenangan atas Venezuela menumbuhkan kepercayaan diri di skuat La Albiceleste yang kini ditukangi Lionel Scaloni. Kendati Messi tak berkontribusi lewat gol atau assist, Scaloni menegaskan perannya sangat besar untuk Argentina tak hanya di dalam lapangan tapi juga di ruang ganti.

      Sayangnya, Messi dan Argentina segera menghadapi lawan berat di babak semifinal yakni tuan rumah Brasil, yang juga tengah berusaha menyudahi paceklik juara Copa America selama 12 tahun lamanya.

      Argentina menelan kekalahan 0-2 dari Brasil dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Mineirao, Belo Horizonte, pada 2 Juli 2019.

      Hasil itu memang mengecewakan, namun Argentina merasa dicurangi karena kepemimpinan wasit yang mereka nilai memberikan banyak keuntungan untuk tuan rumah Brasil di pertandingan itu.

      Messi maju di posisi terdepan untuk membela kehormatan negaranya dan segera melontarkan kritik terhadap kepemimpinan wasit asal Ekuador Roddy Zambrano, yang dinilainya dua kali menolak permintaan pemain Argentina untuk meninjau insiden di dalam kotak penalti Brasil.

      Bukan saja kepada Zambrano, Messi juga mengkritik konfederasi sepak bola Amerika Selatan, CONMEBOL, terkait hasil pertandingan itu.

      Selepas pertandingan ia menyatakan "muak dengan segala omong kosong yang terjadi di Copa America" sembari menambahkan bahwa "Brasil sebagai tuan rumah dan mereka banyak mengelola CONMEBOL hari-hari ini, itu membuat situasi semakin rumit."

      Kali ini, Messi mendapat dukungan penuh dari asosiasi sepak bola Argentina, AFA, yang segera melayangkan protes resmi terkait kepemimpinan Zambrano di laga semifinal kepada CONMEBOL.

      Belum selesai drama di Mineirao, Argentina harus menjalani laga perebutan tempat ketiga melawan juara bertahan dua edisi yang jadi korban kejutan Peru, Chile, di Arena Corinthians, Sao Paulo, pada 6 Juli 2019.

      Argentina berhasil meraih medali perunggu usai mengalahkan Chile 2-1, namun lagi-lagi sorotan utama pertandingan bukan pada hasilnya, melainkan drama dua kartu merah yang diberikan kepada kapten kedua tim, Messi di Argentina dan Gary Medel di Chile.

      Pada menit ke-37 pertandingan, setelah gagal mengejar bola umpan terobosan kiriman Paulo Dybala, Messi terlibat argumentasi dengan Medel yang berujung aksi saling dorong. Melihat kejadian itu, wasit Mario Diaz de Vivar asal Paraguay segera memberikan kartu merah kepada kedua Messi dan Medel.

      Hal itu menimbulkan gelombang protes dari pemain kedua tim, namun lima menit setelah kejadian dan De Vivar meninjau tayangan ulang VAR, namun keputusannya tak berubah Messi dan Medel diperintahkan meninggalkan lapangan. Padahal insiden semacam itu biasanya hanya berakhir menjadi kartu kuning semata.

      Messi segera melontarkan tuduhan bahwa kartu merah yang diberikan kepadanya adalah dampak dari kritik yang dilancarkannya terhadap CONMEBOL dan kepemimpinan wasit di Copa America 2019.

      Tak hanya itu, ia menyebut perilaku korup dan kepemimpinan wasit yang buruk telah merusak sajian Copa America 2019 sehingga tak lagi bisa dinikmati oleh para penonton.

      "Perilaku korup dan kepemipinan wasit mengganggu kesempatan penonton menikmati sepak bola dan mereka merusaknya," kata Messi.

      Ia bahkan meramalkan Brasil sebagai tuan rumah bakal menjadi juara sebab mendapat dukungan penuh dari CONMEBOL serta keputusan wasit yang selalu menguntungkan mereka.

      "Saya pikir tak ada keraguan bahwa Brasil akan menjadi juara. Copa berlangsung berat sebelah ke Brasil," katanya.

      Hal itu direspon langsung oleh CONMEBOL yang merilis pernyataan resmi, menyebut ucapan Messi melecehkan turnamen Copa America 2019 beserta para pemain yang berkompetisi di dalamnya.

      Bukan hanya itu, tuduhan Messi juga memperlihatkan sikap tak hormat terhadap kerja keras CONMEBOL yang berusaha meningkatkan transparansi, profesionalisme dan pengembangan sepak bola di Amerika Selatan.

      Namun, sejauh ini tidak ada indikasi ancaman hukuman terhadap Messi atas ucapannya tersebut.

      Sementara itu, partai final Copa America 2019 akan digelar di Maracana pada 7 Juli 2019 (8 Juli 2019 WIB) antara Brasil melawan Peru. Dan kendati Brasil menjadi juara hal itu tak serta merta akan membuktikan ucapan Messi kecuali ada insiden krusial yang memang bisa jadi pembuktikan di partai final nanti.

      Messi baru saja merayakan ulang tahun ke-32 pada 24 Juni 2019 lalu, ia mungkin masih akan tampil dalam Copa America 2020 yang bakal diselenggarakan di Argentina dan Kolombia.

      Boleh jadi, tahun depan jadi penampilan pamungkasnya di Copa America, di mana ia dan rekan-rekannya akan berganti menjadi tuan rumah dan mungkin akan mendapatkan "perlakuan spesial" dari wasit sebagaimana yang ia tuduhkan diterima Brasil sepanjang musim panas ini.

      Tahun depan, bisa jadi merupakan kesempatan terakhir Messi untuk membayar lunas kegagalannya menghadirkan prestasi bagi Argentina. Messi sebagaimana sejak ia muncul ke permukaan, kembali menjalani lakon Messi menghadapi dunia dan segala macam pembuktian yang dibebankan kepadanya.

      Namun, biarkanlah hanya Messi yang menjadi Messi, tidak perlu Kubo, Miyaichi, Egy atau pemain di belahan dunia manapun yang belum kita dengar namanya. Sebab menjadi Messi itu berat, biar Messi saja.

      Pewarta: Gilang Galiartha
      Editor : Juraidi
      COPYRIGHT © ANTARA 2026

      Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

      • Whatsapp
      • facebook
      • twitter
      • email
      • pinterest

      Berita Terkait

      Luis Suarez dan Lionel Messi resmi luncurkan klub sepak bola

      Luis Suarez dan Lionel Messi resmi luncurkan klub sepak bola

      28 Mei 2025 12:25

      Messi absen bela Argentina hadapi Uruguay dan Brazil

      Messi absen bela Argentina hadapi Uruguay dan Brazil

      18 Maret 2025 06:21

      Lionel Messi antarkan Inter Miami tundukkan Sporting Kansas 1-0

      Lionel Messi antarkan Inter Miami tundukkan Sporting Kansas 1-0

      20 Februari 2025 12:14

      Kalahkan Peru 1-0, Argentina terus pimpin kualifikasi Piala Dunia 2026

      Kalahkan Peru 1-0, Argentina terus pimpin kualifikasi Piala Dunia 2026

      20 November 2024 10:03

      Messi absen  dalam dua laga Inter Miami, ini penyebabnya

      Messi absen dalam dua laga Inter Miami, ini penyebabnya

      17 Juli 2024 06:51

      Argentina juara Copa America 2024 setelah kalahkan Kolombia di babak tambahan waktu

      Argentina juara Copa America 2024 setelah kalahkan Kolombia di babak tambahan waktu

      15 Juli 2024 11:56

      Gol Messi dan Alvarez antar Argentina ke final Copa America

      Gol Messi dan Alvarez antar Argentina ke final Copa America

      10 Juli 2024 12:08

      Copa America, Messi absen saat Argentina lawan Peru

      Copa America, Messi absen saat Argentina lawan Peru

      29 Juni 2024 09:08

      Terkini

      • Wakapolda Sumut Safari Ramadhan di Tanjungbalai, anak yatim disantuni

        Wakapolda Sumut Safari Ramadhan di Tanjungbalai, anak yatim disantuni

        9 jam lalu

      • Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan hadirkan 4.000 paket Ramadan bagi warga Medan

        Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan hadirkan 4.000 paket Ramadan bagi warga Medan

        9 jam lalu

      • Wali Kota Medan minta setiap OPD matangkan persiapan Lebaran 2026

        Wali Kota Medan minta setiap OPD matangkan persiapan Lebaran 2026

        9 jam lalu

      • Pemkot Medan sediakan THR Lebaran 2026 untuk PPPK paruh waktu

        Pemkot Medan sediakan THR Lebaran 2026 untuk PPPK paruh waktu

        9 jam lalu

      • Pemkot Medan-Bank Sumut bahas kerja sama sistem parkir digital

        Pemkot Medan-Bank Sumut bahas kerja sama sistem parkir digital

        9 jam lalu

      Foto

      Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

      Stosa Cultural Festival 2026 : Wadah Seni dan Keberagaman Budaya SMA Santo Thomas 1 Medan

      Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

      Berburu pakat untuk menu berbuka puasa

      Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

      Kodam I/Bukit Barisan  Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 

      Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

      Mahasiswa Polmed ciptakan game edukasi pemilahan sampah

      Pemantauan penyaluran MBG di Medan

      Pemantauan penyaluran MBG di Medan

      Terpopuler

      Dibalik pencabutan izin Tambang Martabe, ada mimpi mahasiswi IPB yang terancam padam

      Dibalik pencabutan izin Tambang Martabe, ada mimpi mahasiswi IPB yang terancam padam

      Pemkot Medan tidak beri PPPK Paruh Waktu karena tak ada regulasi

      Pemkot Medan tidak beri PPPK Paruh Waktu karena tak ada regulasi

      IACN angkat bicara terkait penetapan tersangka anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Saripah Hanum Lubis

      IACN angkat bicara terkait penetapan tersangka anggota DPRD Kota Padangsidimpuan Saripah Hanum Lubis

      Gubernur Sumut: Kepala daerah edukasi masyarakat tak antre di SPBU

      Gubernur Sumut: Kepala daerah edukasi masyarakat tak antre di SPBU

      Dari Account Officer ke Kepala Area Bisnis: Jejak prestasi Depita Sihombing yang menginspirasi

      Dari Account Officer ke Kepala Area Bisnis: Jejak prestasi Depita Sihombing yang menginspirasi

      Antara News sumut
      sumut.antaranews.com
      Copyright © 2026
      • Top News
      • Terkini
      • RSS
      • Twitter
      • Facebook
      • Berita Sumut
      • Regional
      • Ekonomi Dan Bisnis
      • Hukum Dan Kriminal
      • Olahraga
      • Editorial
      • Peristiwa
      • Ketentuan Penggunaan
      • Tentang Kami
      • Pedoman
      • Kebijakan Privasi
      • BrandA
      • ANTARA Foto
      • Korporat
      • PPID
      • www.antaranews.com
      • Antara Foto
      • IMQ
      • Asianet
      • OANA