Kegiatan ini harus diikuti, soalnya muatan mata kuliah dan bukan ajang praktik biasa. Ini langkah awal mahasiswa biasakan diri sosialisasi sekaligus mengimplementasikan ilmu yang di pelajariMedan (ANTARA) - Dalam implementasi Teaching Factory (TeFa) praktik perkuliahan mahasiswa Polbangtan Medan, program studi penyuluhan pertanian berkelanjutan semester enam sudah seperti dunia nyata penyuluh.
"Tugas pokok dan fungsinya meliputi menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengembangkan profesi penyuluhan pertanian," kata dosen mata kuliah penyuluhan pertanian Mukhlis Yahya SP MP, di Medan, Kamis.
Lokasi TeFa pada empat desa pada wilayah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Medan Krio yakni Desa Medan Krio, Sunggal Kanan, Sei Beras Sekata dan Sri Mencirim Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, dan baru saja dilaksankan.
"Kegiatan ini harus diikuti, soalnya muatan mata kuliah dan bukan ajang praktik biasa. Ini langkah awal mahasiswa biasakan diri sosialisasi sekaligus mengimplementasikan ilmu yang di pelajari," kata Muhklis.
Sementara Direktur Polbangtan Medan Ir Yuliana Kansrini M.Si, mengatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan pembelajaran berbasis TeFa sebagai langkah penguatan pendidikan vokasi di Kementerian Pertanian.
"Kegiatan ini penting dalam rangka peningkatan kompetensi mahasiswa dan diharapkan mampu menjadi percepatan metode serap belajar," katanya.
Pembelajaran TeFa sebuah model pembelajaran berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di dunia usaha atau industri dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di kerja usaha atau industri.
"Pelaksanaan TeFa menuntut keterlibatan mutlak pihak industri atau dunia usaha sebagai pihak yang relevan menilai kualitas hasil pendidikan," tegas Yuliana.
Maya, salah satu mahasiswa yang ikut kegiatan TeFa ini mengaku praktik langsung ini menyenangkan, karena mengimplementasikan langsung ilmu dipelajari kedunia nyata."
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.