Medan (Antaranews Sumut) - Republik Rakyat Tiongkok atau RRT menjadi importir terbesar golongan barang lemak dan minyak hewan/nabati Sumut dengan nilai 211,414 juta dolar AS hingga triwulan III 2018.
     
"Setelah RRT, pembeli lemak dan minyak hewan/nabati adalah Amerika Serikat dan India,"ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi di Medan, Selasa.

Setelah RRT yang sebesar 211,414 juta dolar AS, ekspor kopi Sumut ke AS hingga triwulan III 2018 tercatat  155.345 juta dolar AS.

Sedangkan ke India senilai  122, 725 juta dolar AS.

Adapunt otal ekspor  lemak dan minyak hewan/nabati Sumut selama triwulan III 2018 mencapai 2, 567 miliar dolar AS.

"Walau ekspor lemak dan minyak hewan/nabati pada 2018 turun sebesar  9 persen dibandingkan periode sama 2017.tetapi golongan barang itu masih menjadi kontribusi terbesar dalam penerimaan devisa Sumut,"ujar Suhaimi.

Ketua Asosiasi Pengusaha  Indonesia atau Apindo Sumut, Parlindungan Purba mengatakan, meski isu negatif sawit, masih terus berlangsung di luar negeri, tetapi permintaan akan golongan barang itu masih tetap tinggi.

Tetap tingginya permintaan golongan barang itu yang di dalamnya ada crude palm oil atau CPO  merupakan dampak produk tersebut memang dibutuhkan untuk  berbagai produ khususnya.kebutuhan sehari - hari.

Mulai untuk minyak goreng, sabun, mentega, dan produk kecantikan.

Parlindungan mengakui, ekspor Sumut masih terbesar berupa CPO karena permintaan produk itu juga masih tertinggi.

Parlindungan menegaskan, perusahaan produsen CPO dan produk olahan lainnya dewasa ini semakin berbenah untuk menekan isu negatif sawit.

Pengusaha industri dan perkebunan sawit terus berupaya memenuhi standar dalam dan luar negeri agar ekspornya tidak terganggu.***3***



Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026