Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis mengatakan dolar AS cenderung menguat terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah menjelang pengumuman penjelasan hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada awal Mei lalu.
"Pelaku pasar fokus pada proyeksi outlook pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, The Fed cukup optimis sehingga menopang dolar AS," katanya.
Ia menambahkan bahwa outlook perekonomian Amerika Serikat itu, pasar akan melihat langkah The Fed terkait kebijakan suku bunga acuan selanjutnya.
"Pasar berekspektasi suku bunga The Fed akan naik pada bulan Juni mendatang," katanya.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa sentimen eksternal mengenai pelemahan mata uang euro akibat indikasi melambatnya aktivitas bisnis turut mempengaruhi mata uang di kawasan Asia.
"Kondisi itu memengaruhi pergerakan rupiah yang kembali tertahan. Diharapkan, pemerintah yang optimistis terhadap fundamental ekonomi nasional dapat menahan tekanan rupiah lebih dalam," katanya. ***3***
(T.KR-ZMF/B/Yuniardi/Yuniardi) 24-05-2018 09:58:30)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.