Cemano la pak, duit pas-pasan sodangkan hargo naik. Walo satongah kilo dipaksakan jugo untuk makanan siang dan makan sahur nanti malamTanjungbalai, (Antaranews Sumut) - Sehari jelang ramadhan harga daging di Kota Tanjungbalai meroket hingga Rp160.000 per kilo gram, sejumlah bahan pangan lainnya ikut naik akibat minimnya pengawasan dinas terkait sehingga menimbulkan keluhan warga daerah setempat.
Penelurusan dilapangan Selasa (15/5) pagi, di pasar daging Jalan Veteran Kota Tanjungbalai harga untuk sekilo daging Rp120.000, namun menjelang siang hingga pukul 16.00 Wib harga tersebut melonjak menjadi Rp140.000 per kilo gram.
Lonjakan harga terus terjadi pada 'H' min satu Ramadhan atau Rabu pagi, harga daging sapi dijual Rp140.000 per kilo gram. Harga tersebut terus meroket, pada pukul 13.20 Wib harga daging mencapai Rp160.000 per kilo gram.
Rahma seorang warga mengaku belanja setengah kilo daging dengan harga Rp80.000. Ibu rumah tangga ini menyatakan tidak sanggup untuk membeli 1 kilo gram daging akibat keadaan ekonomi yang tidak memadai karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh harian lepas.
Daging tersebut terpaksa dibeli mengingat tradisi "mamogang" dan untuk dimasak sebagai menu santap siang terakhir bersama keluarga sehari sebelum ramadhan serta lauk makan sahur perdana malam ini.
"Cemano la pak, duit pas-pasan sodangkan hargo naik. Walopun satongah kilo dipaksakan jugola untuk makanan siang dan makan sahur nanti malam," ujar Rahma dengan logat kental Tanjungbalai.
Lonjakan harga tidak hanya terjadi untuk daging, telur ayam ras juga mengalami kenaikan harga dari Rp33.000 per papan (30 butir) menjadi Rp39.000 per papan. Demikian juga harga komoditas seperti cabai merah, bawang merah dan tomat mengalami kenaikan harga berpariatif.
Melonjaknya harga-harga bahan pangan tersebut disinyalir akibat tidak adanya pengawasan Pemkot Tanjungbalai yakni Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagper) daerah setempat.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setdakot Tanjungbalai Nurmalini Marpaung menyatakan tidak mengetahui apa penyebab Disdagper tidak melakukan monitoring harga bahan pangan itu sehingga mengalami lonjakan yang signifikan.
Dihadapan sejumlah wartawan, Nurmalini Marpaung menghubungi Kepala Disdagper Tanjungbalai Arman Fadilah. Akan tetapi, panggilan via telepon sesular itu tidak mendapat jawaban.***4*** (KR-YWK)
Pewarta: Yan AswikaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.