Kepala Kantor Kesbangpol, Paris Manik memimpin acara yang dihadiri pimpinan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), MUI, Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat ( FKTM) , Forum Kewasapdaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaan (FBK), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Forum Komunikasi Kristen Katolik Samosir (FK3S), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan insan pers.
Paris Manik mengajak semua tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan organisasi masyarakat untuk sama sama waspada terhadap pergerakan teroris di lingkungan masing-masing.
"Mari kita jaga kerukunan antar sesama," ajaknya.
Kasat Intel Polres Samosir, AKP Arman Samosir mengimbau elemen masyarakat menjaga kamtibmas, pengelola objek wisata dan perhotelan lebih intensif melakukan pemeriksaan terhadap semua tamu dan pengunjung.
Para pengelola rumah sewa dan kontrakan juga diminta lebih waspada, Kades membuat peraturan wajib lapor kepada setiap orang yang baru datang di wilayahnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Samosir, Tawar Tua Simbolon mengatakan, pendidikan dini dan kewaspadaan lingkungan adalah salah satu cara menghambat pertumbuhan teroris.
Pertemuan merusmuskan komitmen bersama mengecam tindakan radikalisme di Mako Brimob Jakarta dan Sidoarjo Surabaya, meningkatkan kewaspadaan dini, aktif melakukan identifikasi pendatang dan pengunjung, menyelesaikan persoalan sosial dengan konsep Dalihan Natolu.
Utusan elemen masyarakat melakukan penandatanganan perumusan komitmen dan spanduk "Kami tidak takut teroris, kami cinta damai". ***2***
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.