Apa mungkin dengan dana yang sedikit itu dengan luas lahan pertanian mencapai 37.000 hektare mampu mengatasi serangan hama pada tanaman padi petaniLangkat (Antaranews Sumut) - Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, tidak punya stok racun hama disebabkan anggarannyapun baru saja disahkan bila ada serangan hama seperti wereng, blas, kresek kita hanya berharap bantuan ada dari pusat atau provinsi.
Hal itu disampaikan Kepala Seksi pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Devianta Meliala, di Stabat, Kamis.
Devianta Meliala menjelaskan racun hama sangatlah dibutuhkan oleh petani seperti yang terjadi di lahan pertanian petani di desa Sendayan kecamatan Babalan sekarang namun karena ketiadaan racun pihaknya belum bisa turun kelapangan.
Untuk itu pihaknya sangat berharap kedepannya bila ada program ataupun kegiatan diminta harus ada pengawalan yaitu pengadaan racun hama atau insektisida, selain itu juga pengawalan dari petani dengan petugas lapangan pertanian agar bisa bersinergi untuk permberantasan hama, katanya.
Devi juga menjelaskan pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk pemberantasan hama tanaman padi agar bisa ditampung sebesar Rp 120 juta namun saat dibahas di badan angaran DPRD Langkat hanay disetujui sebesar Rp60 juta saja.
Baca Juga : Wereng serang padi petani
"Apa mungkin dengan dana yang sedikit itu dengan luas lahan pertanian mencapai 37.000 hektare mampu mengatasi serangan hama pada tanaman padi petani," sambungnya.
"Jelas itu tidak sebanding dengan luas areal tanaman yang ada, namun itulah yang harus diterima," ungkapnya.
"Apa mungkin dengan dana yang sedikit itu dengan luas lahan pertanian mencapai 37.000 hektare mampu mengatasi serangan hama pada tanaman padi petani," sambungnya.
"Jelas itu tidak sebanding dengan luas areal tanaman yang ada, namun itulah yang harus diterima," ungkapnya.
Pewarta: H.Imam FauziEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.