"Program yang disebut Redeem Telkomsel POIN Maximal (REMAXX ) dan dilaksanakan 28 Oktober - 31 Desember 2017 diselenggarakan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda," ujar General Manager Youth and Community Telkomsel, Nurcahyo Priyadi di Medan, Jumat.
Dia mengatakan itu usai penandatanganan kerja sama Telkomsel dan PT Pertamina Region I.
Menurut Nurcahyo, penukaran poin bisa dilakukan pengguna KartuHalo, simPATI, Kartu AS dan LOOP .
"Program itu memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mendapatkan `upgrade` jenis bahan bakar dari jenis Pertalite menjadi Pertamax/Pertamax Turbo dan Solar menjadi Dexlite,"katanya didampingi General Manager Digital Product Area Expansion Sumatera, Robby A Cahyady.
Dengan penukaran 28 Telkomsel POIN, maka pelanggan akan mendapatkan 2 liter Pertamax untuk motor dan penukaran 58 poin dapat 8 liter Pertamax dan Dexlite untuk mobil.
Adapun cara penukaran poin masing-masing untuk Aceh dengan mengetik *700*1011#, Sumut ( *700*1012#), Riau ( *700*1013#), Kepri ( *700*1014#, ) dan Sumatera Barat ketik *700*1015#.
Nurcahyo Priyadi mengatakan, sebagai perusahaan telekomunikasi dengan jumlah pelanggan terbesar di Indonesia, Telkomsel ingin memberikan apresiasi kepada pelanggan dengan program bermanfaat dan dapat dinikmati secara Iangsung.
"Seperti diketahui bahan bakar merupakan salah satu kebutuhan yang sangat dekat dengan masyarakat sehingga kerja sama penukaran poin dengan PT Pertamina dinilai bagus untuk dilanjutkan kedua kalinya,"katanya.
Apalagi tahun lalu, program kerja sama penukaran poin itu tercatat bagus atau banyak dimanfaatkan masyarakat.
General Manager Marketing Operation Region I Pertamina, Erry Widiastono, mengatakan kerja sama di tahun ini diyakini masih tetap diminati masyarakat.
Prediksi itu mengacu pada program tahun lalu yang mendapat respon cukup bagus.
Dengan kerja sama penukaran poin diharapkan masyarakat juga semakin mengetahui BBM yang berkualitas.***3***
(T.E016/B/S025/C/S025) 27-10-2017 15:58:02
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.