Hal itu diungkapkan Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial, Kamis, ketika membuka secara resmi Festival Seni Nasyid (FSN) tahun 2017 tingkat Kota Tanjungbalai.
Wali Kota mengatakan, seni nasyid merupakan budaya religius berisikan ajaran Islam yang bertujuan untuk menggugah semangat dan pembinaan mental spiritual serta sarana dalam menjalin hubungan silaturahim.
"Untuk itu, kami mengajak kita keseluruhan khususnya umat Islam untuk aktif mengembangkan seni nasyid," ujar Syahrial.
Ia mengatakan, kesuksesan festival seni nasyid itu tidak semata-mata diukur dari meriahnya penyelenggaraan atau jumlah peserta yang berprestasi, tetapi harus dilihat dalam jangkauan yang lebih luas dan mendasar.
Terutama dari sisi pembentukan mental, karakter dan akhlak masyarakat khususnya generasi muda sesuai nilai moral dan etika yang bersumber dari ajaran Islam tersirat melalui syair Islami pada lagu-lagu nasyid tersebut.
Anggota DPRD Tanjungbalai M Noer Harahap mengharapkan kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi umat Islam dalam meningkatkan spritual dan mentalitas dalam beragama melalui syair-syair Islami yang dikumandangkan.
Menurut catatan, festival itu memperlombakan lima kategori yaitu golongan SD/MI, Perdana, Utama, Dewasa (putera/puteri) dan dan golongan Lanjut Usia (puteri).
Kabag Sosial Setdakot Tanjungbalai M.Yunan mengatakan, festival itu dilaksanakan tiga hari dengan jumlah peserta sebanyak 44 grup yang berasal dari kafilah enam kecamatan di Kota Tanjungbalai dan utusan organisasi.
Pewarta: Yan AswikaEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.