"Kesadaran pengusaha untuk didata memang semakin tinggi, tetapi belum maksimal khususnya di sektor industri dan konstruksi," ujar Kepala Badan Pusat Stataitik (BPS) Sumut, Syech Suhaimi di Medan, Kamis.
Dia mengatakan itu pada acara peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2017 dengan tema "Kerja Bersama Data" yang diihadri berbagai kalangan, termasuk siswa sekolah.
Menurut Syech Suhaimi, kesulitan mendata secara maksimal di sektor industri dan konstruksi itu antara lain disebabkan karena pengusahanya khawatir datanya disalahgunakan seperti untuk kepentingan pembayaran pajak hingga alamat kantornya yang sering berpindah.
Padahal, data yang didata BPS tidak diberikan ke pihak manapun karena data juga tidak disajikan per perusahaan.
"BPS Sumut masih perlu dapat dukungan lebih kuat dari yang sudah diberikan pemerintah dan masyarakat selama ini," ucapnya.
Dia menegaskan, kinerja BPS perlu didukung kuat karena datanya bermanfaat untuk semua kalangan termasuk bagi masyarakat itu sendiri.
Keuntungan bagi masyarakat, misalnya, kata Syech adalah adanya kebijakan yang tepat dari pemerintah untuk kepentingan masyarakat.
Agar masyarakat semakin memberi dukungan, BPS juga terus melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, termasuk ke sekolah hingga universitas.
Khusus sosialisasi ke siswa sekolah menengah atas (SMA), kata dia, dilakukan agar siswa tidak alergi dengan statistik yang nyatanya sangat bermanfaat bagi semua masyarakat.
***4***
(T.E016/B/C004/C004) 28-09-2017 17:38:03
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.