Pandan, 14/7 (Antarasumut)-Kehadiran dana desa bagi masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sangat dirasakan masyarakat.
Untuk tahun ini 94 persen dana desa tahap pertama sudah tersalur. Tinggal 6 desa lagi yang belum, itupun sudah dalam persiapan pengusulan SPJ.
Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Anita Situmorang waktu dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat siang.
Diterangkannya, pencairan dana desa ada dua tahap. Tahap pertama sebesar 60 persen, dan tahap kedua sebesar 40 persen.
Untuk tahap pertama, sebanyak 153 desa atau sekitar 94 persen sudah menerima dana desanya, Rp760juta dan tinggal 6 desa yang belum, karena dalam pengurusan SPJ.
Dalam waktu dekat ini semua desa sudah harus menerimanya, tinggal pengusulan pencairan tahap kedua bulan Agustus. Sedangkan proritas dana yang dicairkan lebih dominan kesektor pembangunan fisik, seperti pembangunan jalan, drainase, bronjong, rabat beton, jembatan, MCK, air bersih, irigasi dan pembangunan lainnya.
Dengan adanya pembangunan sarana tersebut, masyarakat yang tinggal di pedesaan tidak terkendala lagi untuk mengangkut hasil komuditi mereka.
Demikian juga dengan anak-anak sekolah tidak berlumpur lagi kalau mau ke sekolah. Intinya, masyarakat Tapteng sangat berterimakasih dengan adanya dana desa tersebut,â€ujar Anita.
Wanita jebolan STPDN ini juga memaparkan, sesuai dengan petunjuk dari Bupati Tapteng, Bakhtiar Sibarani, untuk dana desa tahun 2018, penerapannya lebih diutamakan kesektor pemberdayaan masyarakat desa, seperti peternak, petani, wira usaha dan pemberdayaan lainnya.
Dengan demikian, masyarakat desa yang ada di Tapteng akan semakin terampil yang berdampak terhadap peningkatakan penghasilan masyarakat.
“Kami bersama dengan tim sedang mempersiapkan rancangannya kepada pemerintah pusat, agar bisa sesuai dengan apa yang diharapkan bapak Bupati. Untuk itu kami mengajak seluruh masyarakat Tapteng aga benar-benar memanfaatkan dana desa ini, karena pemerintah pusat sangat memperhatikan pembangunan di desa, sesuai dengan program dari bapak Presiden Jokowi, membangun dari desa,â€katanya.
Adapun jumlah dana desa yang diterima Pemkab Tapteng setiap tahunnya selalu meningkat. Tahun 2015, hanya Rp43.043.384.000,00. Tahun 2016, Rp96.562.993.000,00 dan tahun 2017 sebesar Rp123.393.234.000,00, dan diharapkan tahun 2018 minimal 1 desa akan mendapatkan Rp1.000.000.00,00.
Isteri dari Bona Parte Manurung inipun meminta agar semua elemen masyarakat turut mengawasi penggunaan dana desa itu.
Termasuk peran serta media sangat penting, untuk mempublikasikan jika terjadi permainan atau kecurangan dana desa.
Pewarta: JasonEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.