Tapanuli Selatan,12/6, (Antarasumut) - Keluarga besar Yayasan Haji Hasan Pinayungan Pasaribu (YHPP) memperingati Nuzulul Qur'an 1438 H/2017 M di Masjid Al-Ikhsan Tanjung Rompa Desa Tanjung Dolok, Kecamatan Marancar, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu.
Wakil Ketua Pembina YHPP Drs. H. Panusunan Pasaribu MM dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran seluruh para undangan dan masyarakat.
Mantan Bupati Tapanuli Tengah itu juga menyampaikan salam dari Ketua Pembina YHPP Prof Dr H. Bomer Pasaribu dan Sekretaris YHHP H. Gus Irawan Pasaribu, SE Ak MM, yang belum bisa hadir dalam acara Nuzulul Qur'an tersebut.
Panusunan mengisahkan Tanjung Rompa Desa Tanjung Dolok saat ini mengalami perubahan yang cukup luar biasa dibanding dahulu dimana berbagai pembangunan jalan hotmix menghiasi daerah itu (Marancar).
Selain itu kejutan budaya lainnya dengan kehadiran mega proyek di wilayah tersebut, PLTA terbesar di Pulau Sumatera yang nantinya memproduksi tenaga listrik mencapai 510 Mega Watt dan diyakini akan mampu mengatasi krisis listrik di Sumut.
"Kita dan harapan semua mendukung penuh kehadiran PLTA berskala nasional yang merupakan terbesar di Sumatera itu dan dapat memberikan harapan baru khususnya bagi masyarakat Marancar hingga nantinya sampai keanak cucu,"katanya.
Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M. Pasaribu SH dalam sambutannya mengatakan apa yang dilakoni YHPP sudah sangat membantu program pemerintah setempat khususnya dibidang sosial keagamaan.
"Kegiatan seperti ini sudah membantu pemerintah dalam melakukan kegiatan kerukunan antar/inter umat beragama di wilayah Tapsel khususnya dan Tabagsel pada umumnya,"jelas Bupati.
Sementara Muhammad Rambe, S. Pdi dalam Tausiyah agamanya seputar Nuzulul Qur'an menyampaikan sejarah turunnya Al-Qur'an tidak terlepas dari lahirnya Nabi Muhammad SAW, dimana semenjak kecilnya Rasulullah sudah mendapat gelar Al-Amiin.
Disebutkan Al-Ustadz hingga Nabi pergi berhalwat ke gua Hira dengan tujuan mengadukan semua keluh kesahnya kepada Allah SWT hingga malam tujuh belas Ramadhan diturunkan Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW.
Al-Ustadz juga sampaikan empat tingkatan kebaikan ketika membaca Al-Quran dimana tingkat pertama saat tahajjud Al-quran dibaca satu huruf diganjar 100 kebaikan; kemudian dibaca satu huruf saat shalat fardhu diganjar 75 kebaikan, dibaca satu huruf setelah berwudhu diganjar 50 kebaikan, dibaca satu huruf kapan dan dimana pun diganjar 10 kebaikan.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapsel Ir Aswin Efendi Siregar, MM, Sekda Tapsel Drs. Parulian Nasution MM, Ketua MUI Tapsel, PKK Kabupaten/Kecamatan, BKMT, Darma Wanita, Para Pimpinan SKPD, Camat, Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta masyarakat Tanjung Rompa, Marancar yang memenuhi halaman Masjid Al-Ikhsan tersebut.
Al-Ustadz juga sampaikan empat tingkatan kebaikan ketika membaca Al-Quran dimana tingkat pertama saat tahajjud Al-quran dibaca satu huruf diganjar 100 kebaikan; kemudian dibaca satu huruf saat shalat fardhu diganjar 75 kebaikan, dibaca satu huruf setelah berwudhu diganjar 50 kebaikan, dibaca satu huruf kapan dan dimana pun diganjar 10 kebaikan.
Peringatan Nuzulul Quran tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapsel Ir Aswin Efendi Siregar, MM, Sekda Tapsel Drs. Parulian Nasution MM, Ketua MUI Tapsel, PKK Kabupaten/Kecamatan, BKMT, Darma Wanita, Para Pimpinan SKPD, Camat, Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta masyarakat Tanjung Rompa, Marancar yang memenuhi halaman Masjid Al-Ikhsan tersebut.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Akung
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.