"Produksi bawang merah di Sumut hanya bisa memenuhi sekitar 28 persen kebutuhan Sumut sehingga produksi harus digenjot dengan cara meningkatkan luas tanam dan produktivitas,"ujar kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Azhar Harahap di Medan, Rabu.
Salah satu upaya pengembangan bawang merah itu adalah dengan mengembangkan tanaman tersebut di daerah dataran rendah.
Oleh karena di dataran rendah, maka varietasnya juga dicari yang sesuai.
"Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sudah mengembangkan tanaman bawang merah di beberapa daerah seperti batu bara," katanya.
Pengembangan bawang merah di dataran rendah juga dilakukan dengan bekerja sama bersama pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dan pihak lain seperti Bank Indonesia.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, Dahler, mengakui bahwa Sumut kekurangan produksi bawang dibandingkan kebutuhannya.
Produksi bawang merah Sumut hanya sekitar 1.152 ton per bulan, sementara kebutuhan sudah mencapai 3.577 ton.
"Untuk memenuhi kebutuhan, Sumut mendapatkan pasokan bawang merah itu antara lain dari Jawa,"katanya.
Dahler mengakui, selain bawang merah, Sumut juga kekurangan pasokan kacang kedelai dan itu juga sedang dicari solusinya antara lain dengan mengembangkan produksi dan produktivitasnya seperti halnya bawang merah.***3***
(T.E016/B/B015/B015) 07-06-2017 15:28:42
Pewarta: Evalisa SiregarEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026