Bupati bersama sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin, berkunjung ke sekretariat gereja Huria Kristen Batak Protetstan (HKBP), setelah sehari sebelumnya ke Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Kota Pematangsiantar.
Tiga hari sebelumnya, Bupati bertemu dengan para ulama dan ustadz dalam rangka pelepasan tim safari Ramadhan 1438 H/ 2017 M di pendopo rumah dinas di Pamatang Raya.
Silaturahim dengan para pemuka agama dilakukan Bupati Simalungun yang merasa prihatin dengan perkembangan isu SARA yang berpotensi menimbulkan intoleransi.
"Saya melihat agama mulai dibenturkan, tetapi melalui pertemuan ini maka saya ingin melakukan kebersamaan antarumat beragama," katanya.
Bupati mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab dalam mengupayakan kerukunan umat beragama, dan karenanya harus mendukung kegiatan kemasyarakatan, khususnya di rumah-rumah ibadah.
Keberagaman agama dan suku di Simalungun diharapkan tidak menjadi perpecahan, tetapi harus menjadi satu kesatuan dalam ikatan kebudayaan. ***4***
(T.KR-WRS/C/I023/I023) 29-05-2017 16:18:41
Pewarta: WaristoEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.