"Saya mengapresiasi pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur jalan pedesaan, karena sangat membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," kata Sulaiman.
Simalungun, Sumut, 26/10 (Antara) - Nagori (Desa) Dolok Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, memperbaiki jalan penghubung antardusun sepanjang dua ratus meter lebih menggunakan dana desa tahun 2016.
Pangulu atau Kepala Desa Dolok Hataran, Kecamatan Siantar, Suhardi, Rabu, mengatakan, dana desa tahap pertama untuk tahun 2016 diterima pada September 2016 sejumlah Rp 378 juta lebih atau 60 persen dari total seluruhnya.
Dana tersebut untuk pengaspalan sepanjang 241 meter dengan lebar tiga meter penghubung Dusun Sidomulyo, Sidodadi dan Silau Manik serta desa tetangga dengan biaya Rp302 juta.
"Selebihnya untuk membangun parit pasangan sepanjang 110 meter berketinggian satu meter di Dusun I Batu Onom," kata Suhardi.
Dia menegaskan, dana desa tahap kedua yang dalam dekat segera dicairkan Pemkab dipergunakan seluruhnya untuk pembangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
"Saya akan perjuangkan pembangunan yang berkesinambungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah masyarakat," tegas Suhardi.
Anggota DPRD Kabupaten Simalungun, Sulaiman Sinaga apresiasi pemanfaatan dana desa untuk pembangunan jalan dan sarana infrastruktur lainnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, dalam kunjungan ke sejumlah desa di Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun yang merupakan bagian dari daerah pemilihannya, banyak pembangunan infrastruktur jalan antar desa yang sudah dibangun dengan menggunakan dana desa.
"Saya mengapresiasi pemanfaatan dana desa untuk pembangunan infrastruktur jalan pedesaan, karena sangat membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," kata Sulaiman. ***3***
Pewarta: WaristoEditor : Ribut Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.