Aekkanopan, 2/8 (Antarasumut) - Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) pada 2016 ini sebanyak Rp35 miliar lebih.
Hingga 5 Juni 2016, realisasi PAD yang sudah masuk hampir mendekati Rp1,5 miliar lebih.
Demikian diutarakan Kadis Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Labura Drs H Faizal Irwan Dalimunthe MSi melalui Kabid Pendapatan Drs Armada Pangoloan di ruang kerjanya, Selasa.
"Untuk TA 2016 ini kita menargetkan PAD sebesar Rp35 miliar lebih. Per 5 Juni 2016, PAD yang sudah terealisasi hampir mencapai Rp1,5 miliar," katanya. Ditambahkannya, target PAD 2016 ini lebih besar dibanding tahun sebelumnya Rp33,8 miliar lebih dengan realisasi Rp34,7 miliar atau 102 persen.
Dijelaskannya, sumber PAD tersebut berasal dari 10 jenis seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hotel, hiburan, reklame, penerangan jalan (PPJ), penggunaan air
tanah, sarang walet dan galian mineral non logam dan non batuan atau galian C.
Sedangkan yang bersumber dari retribusi terdiri dari pasar atau kios, parkir, Rumah Sakit Umum (RSU), kebersihan dan sampah, uji kenderaan bermotor (KIR) serta pengujian alat pemadam kebakaran.
Menyinggung tentang besaran PAD yang diterima tahun lalu, Armada menyebutkan yang terbesar dari PPJ yang berjumlah Rp7,4 miliar lebih, PBB sebesar Rp3,7 miliar, galian C Rp1,2 miliar lebih disusul pajak restoran sebesar Rp862 juta lebih.
Kemudian restribusi dari pasar atau kios Rp373 juta lebih dan pajak air bawah tanah sebesar Rp298 juta lebih. Pemasukan lainya pajak hotel Rp55 juta lebih, pajak hiburan Rp12 juta lebih, pajak reklame Rp132 juta lebih, pajak sarang walet Rp18 juta lebih dan kebersihan Rp199 juta lebih.
Ditanya tentang peluang penambahan PAD, Armada menyebutkan tahun ini pihaknya akan mendata wajib pajak yang belum terdaftar. "Kalau ada memungkinkan tahun ini kita akan mendata wajib pajak yang belum terdaftar dengan menurunkan petugas ke desa-desa," sebutnya.
Kemudian penyertaan modal Pemkab Labura di Bank Sumut juga memberikan pemasukan bagi PAD. Saat ini Pemkab sudah memasukkan modal Rp2 miliar ke Bank Sumut dan menerima hasil sebesar Rp400 juta. "Kita targetkan penyertaan modal bisa mencapai Rp10 miliar. Tapi karena Perda, kita melakukannya secara bertahap setiap tahun sebesar Rp2 miliar," terangnya.
Pewarta: SukardiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.