Labuhanbatu, 1/8 (Antarasumut) - Kepolisian Resor Labuhanbatu mengelar rapat koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), Senin, untuk memelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat.

Dalam rapat koordinasi tersebut, diharapkan dapat menghasilkan kerukunan umat beragama untuk mempererat hubungan antar agama di wilayah hukum Polres Labuhanbatu.

Hadir dalam rapat koordinasi yakni Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SiK, Dandim 0209/LB Letkol Inf Berkim Sitompul, Kepala Kesbangpollinmas Hasnul Siregar, Ketua FKUB Labuhanbatu Ramlan Ritonga, Ketua MUI Labuhanbatu M Darwis Husin, BKPRMI Labuhanbatu, OKP dan Ormas.

Kapolres Labuhanbatu melalui Kabag Humas Polres Labuhanbatu AKP Victor Sibarani menyampaikan warga jangan terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan umat beragama, masalah suku agama dan ras antar golongan (SARA) harus dibicarakan secara khusus.

"Jangan sampai terpecah-belah dengan isu SARA, masalah ini harus dibicarakan dengan orang yang berkompeten, arif dan bijaksana," katanya.

Seperti contoh, kata dia, tentang pembangunan Gereja di Kelurahan Lobusona-Rantauprapat Kecamatan Rantau Selatan, yang tidak memiliki ijin pembangunannya.

Namun, setelah dilakukan komunikasi dengan baik, akhirnya pembangunan Gereja dapat dihentikan sementara sembari menunggu IMB dari Pemkab Labuhanbatu.

Front Pembela Islam Labuhanbatu berharap kerusuhan pembakaran rumah ibadah agama Budha yang terjadi di Kota Tanjung Balai, tidak berimbas ke daerah lain.

Hal ini dapat, menganggu hubungan antar agama untuk saling menghormati dan menjaga kerukunan.

"FPI Labuhanbatu memohon kepada semua pihak, agar kejadian kerusuhan di Tanjung Balai tidak berimbas kedaerah lain," ujar M Ridwan, Sekretaris FPI Labuhanbatu di Rantauprapat.

Dia menegaskan, dalam toleransi beragama, jangan terkhusus pada ummat Islam saja. Namun, toleransi secara luas kepada agama lain, untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, karena kata Ridwan, agama Islam adalah mayoritas di Indonesia.



Pewarta: Kurnia
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026