Aekkanopan, 17/6 (Antarasumut) - Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Labuhanbatu Utara melaksanakan uji kompetensi bagi sekitar 6.500 siswa/i SD sekabupaten itu. 

Uji tersebut dilakukan secara bergilir dari kecamatan-kecamatan yang ada.

Namun dari hasil uji tersebut kualitas baca para siswa belum memuaskan. Hal itu dikatakan Sekretaris LPTQ Labura M Ifdarsyam Ritonga Lc MHI saat menjadi penceramah pada malam ke-12 Ramadhan di Mesjid Raya Al Aman Aekkanopan, Kamis (16/6) malam.

"Ada sekitar 6.500 anak SD yang mengikuti uji kompetensi baca Al Qur'an. Namun hasilnya kurang memuaskan. Paling hanya 20 persen," kata alumnus Al Azhar Kairo yang hafal 30 Iuz Al Qur'an tersebut dengan nada sedih atas kenyataan yang ditemukan.

Karena itulah, ia mengajak umat Islam agar memanfaatkan Ramadhan ini untuk memperbanyak membaca Al Qur'an dan lebih memperhatikan kemampuan anak-anaknya dalam membaca kitab suci umat Islam itu. "Alangkah ruginya kita bila Ramadhan berlalu tapi kita belum khatam Qur'an satu kali pun," sebutnya.

Lebih lanjut pria yang menyandang gelar Master Hukum Islam (MHI) dari 
Universitas Islam Negeri (UIN) Medan itu memjelaskan, Al Qur'an di hari akhir nanti akan memberikan syafaat kepada para pembaca dan penghafalnya. Tingkat syafaat disesuaikan dengan banyaknya hafalan atau bacaan yang dilakukan selama hidup di dunia.

Sebagai informasi, Bupati Labura H Kharuddin Syah SE mewacanakan setiap anak SD yang beragama Islam harus sudah bisa membaca Al Qur'an ketika hendak menyambung sekolah ke tingkat SMP. "Di masa mendatang kita akan mensyaratkan setiap lulusan SD yang beragama Islam harus lulus kembaca Al Qur'an saat akan masuk SMP," kata bupati dalam beberapa kesempatan.




Pewarta: Sukardi
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026