Pandan, 10/5 (Antarasumut)- Pihak RSUD Pandan sudah mengetahui bahwa pihak keluarga korban Engeline Simanjuntak membuat pengaduan ke Polres Tapteng terkait kematian Engeline pasca dioperasi di RSUD Pandan. 

Pihak RSUD Pandan siap  untuk menghadapi pengaduan tersebut.

“Kita sudah mendapat laporan resmi dari pihak Polres Tapteng bahwa keluarga korban mengadu ke Polres Tapteng. Kami dari RSUD Pandan siap memberikan keterangan terkait proses dan SOP yang sudah dilakukan oleh tim medis kita," kata Direktur RSUD Pandan, dr. Sempakata Kaban, M.Kes didampingi KTU nya Jongga Hutapea kepada Antara, Jumat.

Kaban menyerahkan semua persoalan tersebut kepada hasil otopsi dari RS Brimob Medan. Apa yang dibutuhkan tim otopsi terkait prosedur semuanya sudah kita persiapkan. 

Untuk itulah Ia menghimbau masyarakat khususnya pengguna sosial media jangan langsung menuduh dan menyudutkan pihak RSUD Pandan dan juga tim dokter yang sudah bekerja.

“Sekarang sudah sampai ke ranah hukum, biarlah hukum yang memutuskan dan jangan langsung menghakimi dan menyudutkan kami. Kami tidak mau berandai-andai, tapi apa yang menjadi putusan dari tim otopsi itulah yang kita pedomani nanti," katanya.

Pasca hangatnya pemberitaan terkait peristiwa kematian Engeline usai dioperasi, proses pelayanan di RSUD Pandan berjalan seperti biasanya. 

“Semua berjalan dengan baik, tidak ada kendala. Hanya saja ada rasa beban karena dibully di media dan mungkin bisa mempengaruhi mental tim medis. Walaupun demikian, kita tetap memberikan semangat, karena banyak pasien yang harus ditangani dan dioperasi di RSU kita ini. 

Marilah kita berdoa agar kasus ini dapat selesai secepatnya, karena kamipun dari pihak RSUD Pandan tidak pernah menginginkan itu terjadi. Sekali lagi kami atas nama RSUD Pandan dan tim medis turut berduka cita atas kepergian adik kami Engeline kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,”pinta Jongga Hutapea.



Pewarta: Jason
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026