"Jamur tiram putih ini bisa diolah dengan cara digoreng memakai tepung, ataupun juga di sop, dan dibuat dengan berbagai pengolahan lainnya"
Langkat, Sumut, 20/4 (Antara) - Produksi jamur tiram putih yang dikembangkan pengusaha kecil di Kabupaten Langkat, kini banyak dipasarkan ke berbagai kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Utara, termasuk juga pasar swalayan.

"Produksi jamur tiram putih Langkat sudah dipasarkan ke berbagai daerah dan pasar swalayan," kata salah seorang pengusaha kecil jamur tiram putih Muhammad Halim, di Stabat, Rabu.

Muhammad Halim menjelaskan pemasaran jamur tiram putih itu sampai ke Brastagi, Kabanjahe, Kabupaten tanah karo, Kota Medan, Kota Binjai, maupun juga Kabupaten Deli serdang. Sementara pasar swalayan besar yang ada di Medan juga kebutuhannya kita yang pasok.

"Sekarang ini ada 33.000 beglok untuk pengembangan jamur tiram putih yang kini ada di tempat usahanya yang berdiri di Desa Sidomulyo Kecamatan Stabat," katanya.

"Setiap kali panen bisa mencapai 80 kilogram. Hampir setiap hari sekarang ini panen lalu kita kirimkan ke berbagai pemesan dengan harga Rp 20.000 per kilogramnya," sambungnya.

Muhammad Halim juga menjelaskan bila sekali panen bisa menghasiljan keuntungan mencapai Rp 1,6 Juta, dan prospek jamur tiram putih ini sangat menjanjikan, karena sangat diminati oleh kalangan masyarakat.

"Beglok yang ada bisa panen mencapai empat kali dan setelah itu kita ganti dengan beglok yang baru untuk bisa terus berproduksi," ujarnya.

Selain mengembangkan jamur tiram putih, usahanya yang sudah digelutinya sejak dua tahun belakangan ini juga menjual beglok untuk para pemesan yang ingin mengembangkan jamur ini. Harganya untuk pesanan Rp 2.500 saja.

Karena banyaknya permintaan dari berbagai daerah maupun pasar swalayan pihaknya kini membutuhkan dana untuk pengembangan usahanya itu. "Kita butuh bantuan permodalan baik dari Pemkab Langkat dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan ataupun bank,".

"Bila ada bantuan permodalan kita akan kembangkan lagi untuk 60.000 beglok termasuk tempat bangunannya itu yang sekarang menjadi kendalanya, untuk itu pihaknya berharap perhatian dari berbagai kalangan guna pengembangan usahanya itu," katanya.

Nini salah seorang ibu rumah tangga menjelaskan dua kali seminggu dirinya membeli jamur tiram putih ini untuk dikonsumsi keluarganya. Sebab proteinnya sangat tinggi, apalagi harganya benar-benar sangat terjangkau.

"Jamur tiram putih ini bisa diolah dengan cara digoreng memakai tepung, ataupun juga di sop, dan dibuat dengan berbagai pengolahan lainnya," katanya.

Pewarta: Imam Fauzi
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026