Gagalnya tim bola voli Kota Padangsidimpuan mempertahankan tropi bergilir Walikota Padangsidimpuan Cup II menjadi cambuk bagi pelatih
Padangsidimpuan 20/4 (Antarasumut)- Tropy bergilir bola voli Walikota Cup II antar pelajar SMP dan SMA sederajat Se-Tapanuli Tahun 2016 dipastikan berpindah tangan ke daerah lain.

Itu setelah tim bola voli pelajar tuan rumah Kota Padangsidimpuan gagal masuk final setelah dikalahkan lawan-lawannya.

Tim SMAN 3 Padangsidimpuan yang diharapkan akan mampu menghadang tim Pondok Pesanteren Napa Barbaran, Padangbolak Utara mencapai final ternyata tidak berdaya setelah pada partai semi final yang dimainkan di lapangan bola voli SMKN 1, Jalan Sutan Soripada Mulia, Selasa petang kalah dengan dua set langsung 14-25 dan 24-26.

Nasib yang sama dialami tim tuan rumah SMKN 1 yang kalah longset melawan tim bola voli SMAN 1 Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal 13-25-25-16 dan 3-15.

Dengan demikian, pada partai final yang dimainkan di lapangan bola voli yang sama hari ini Rabu sore ini akan berhadapan tim bola voli Ponpes Napa Barbaran, paluta melawan SMAN 1 Sinunukan, Madina.Sedang perebutan posisi ketiga akan berhadapan tim bola voli SMAN 3 Padangsidimpuan versus SMKN 1 Padangsidimpuan.

Padahal tahun 2015 silam tropy bergilir Walikota Cup I tersebut direbut tim SMK Kampus Padangsidimpuan yang mengalahkan tim bola voli Ponpes Napa Barbaran, Paluta.

Gagalnya tim bola voli Kota Padangsidimpuan mempertahankan tropi bergilir Walikota Padangsidimpuan Cup II menjadi cambuk bagi pelatih, pembina dan Disporabudpar kota Padangsidimpuan untuk lebih mengintensifkan latihan dan pembinaan sehingga pada tahun 2017 mendatang tropi tersebut bisa kembali berlabuh di Padangsidimpuan.

Kadisporabudpar, melalui Kepala Bidang Bina Keolahragaan Ali Imron Harahap, SH mengakui tim bola voli daeah tetangga memang kualitanya diatas tim kota Padangsidimpuan.

Kita kalah terhormat, karena lawan yang dihadapi lebih bagus apalagi tim Paluta dan Madina sudah lama berlatih dalam satu tim sebelum mengikuti even ini, beber Imron ketika ditanya mengenai gagalnya tim bola voli pelajar kota Padangsidimpuan pada even tahunan tersebut.

Tak hanya itu lanjut Imron tim Paluta diperkuat beberapa pemain yang dipersiapkan mengikuti even Popdasu dan Madina sudah lama berlatih satu tim sehingga permainannya sangat kompak dan solid.

Kita akan mempersiapkan tim lebih matang dan lebih bagus lagi pada tahun mendatang, janji Imron seraya mengatakan maksimal usia pemain pada even tersebut adalah kelahiran tahun 1999.

Sementara itu Kadisporabudpar Paluta, melalui Kabid Bina Keolahragaan Pariulian mengaku bangga dan bersyukur timnya berhasil menembus partai final.

Juara II sudah dalam genggaman sama dengan yang diraih tahun lalu. Namun kita bertekad naik peringkat menjadi juara I tahun ini," harap Parulian

Pewarta: Khairul Arief
: khairularief

COPYRIGHT © ANTARA 2026