Amatan ANTARA Sumut, Sabtu, drainase yang rusak itu diduga menyangkut kualitas dan perlu perbaikan oleh pemerintah segera dan apabila dibiarkan berlama-lama dikhawatirkan semakin memperparah kerusakan badan Jalinsum yang dapat menggangu kelancaran arus lalu lintas.
Kerusakan saluran air tersebut bisa dilihat dititik Km 35 pinggir Jalan Nasional arah ruas jalan Batas Padangsidimpuan-Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Tidak itu saja bahkan sepanjang ruas jalan tersebut didapati bahu jalan ambrol diakibatkan tergerus erosi.
Informasi dihimpun dari masyarakat menyebut kerusakan tersebut sudah berlangsung sejak 3 bulan terakhir setelah selesai dibangun pada Tahun 2014 silam,"kita juga berharap kiranya pemerintah dapat memperbaiki drainase ini," saran masyarakat yang belakangan diketahui bermarga Nasution.
Salah seorang pemerhati pembangunan Tapsel Syahbuddin Ritonga (57) mengimbau agar secapatnya drainase tersebut diperbaiki guna menjaga keberadaan badan jalan hotmix disebalahnya agar tidak cepat mengalami kerusakan.
Disepanjang saluran yang rusak air yang mengalir berkumpul menggenangi material parit hingga membentuk seperti kolam kecil yang oleh masyarakat dimamfaatkan sebagai MCK (Candi Cuci Kakus).
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.