Tapanuli Selatan,15/4 (Antarasumut)- Specifik location (memilih lokasi yang tepat) salah satu program yang perlu dikembangkan dalam melirik (mamajukan) komoditi komoditi unggulan yang bisa diandalakan dari berbagai wilayah yang ada di Tapanuli Selatan.
Contoh Kecamatan Batangtoru, Marancar dan Kecamatan Arse di ketiga wilayah ini yang paling pas pengembangan budidaya buah manggis yang tumbuh subuh diketinggian 700-900 meter diatas permukaan laut atau daerah pegunungan.
"Disamping ketinggian lokasi struktur kecocokan tanahnya juga salah satu penentu subur tidaknya manggis tersebut ditanam," ujar Kepala Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Ir H Baduaman Siregar, MM kepada ANTARA Sumut, Jumat.
Dari kacamata mantan penyuluh pertanian terbaik Sumut dijamannya ini mengatakan, wilayah Tapanuli Selatan belum maksimal mensinkronkan specifik location dengan komoditi seperti manggis yang cukup potensi untuk dikembangkan dan dinilai masih berbanding terbalik.
"Dalam rangka penguatan visi misi pasangan bupati dan wakil bupati H Syahrul M. Pasaribu - Aswin Efendi Siregar salah satunya di bidang pertanian sudah saatnya program pemetaan wilayah yang tepat terhadap komoditi komoditi unggulan daerah ini diterapkan secara serius oleh lintas sektoral," sarannya.
Penguatan pertanian dimaksud bukan saja komoditi manggis, tetapi komoditi komoditi unggulan lainnya seperti program Pajale (Padi, jagung dan kedelai) yang sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional sesuai nawacita Presiden Jokowi.
Seperti halnya juga Jeruk Keprok yang sangat pas dikembangkan diwilayah Sipirok," di Tapanuli Bagaian Selatan ada 2 wilayah pas pengembangan komoditi jeruk keprok pertama di Sipirok (Tapsel) kedua di Maga (Madina)," sebutnya.
"Pengembangan dua komoditi manggis Tapsel (yang pernah menembus pasar luar negeri jajirah arab) dan jeruk sangat baik disamping peningkatan Padi, jagung dan kedelai dalam penguatan ketahanan pangan nasional, itupun tergantung decetion maker," tandasnya.
Pewarta: Kodir PohanEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.