"Ini merupakan dalam rangka meningkatkan swasembada pangan di wilayah Kota Medan," kata Wali Kota Medan Dzulmi Eldin usai melakukan panen di Medan, Sumatera Utara, Selasa.
Ia mengatakan, panen perdana itu merupakan momentum atau bentuk dukungan semua terhadap perwujudan program Presiden Joko Widodo dalam hal swasembada pangan.
Meski demikian lebih dari itu, Wali Kota menganggap kegiatan ini lebih kepada peningkatan hasil produksi Kota Medan menuju pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat secara lebih mandiri.
"Saya bertekad kota yang kita cintai bersama ini harus mampu menciptakan berbagai peluang serta dapat menyejahterakan warganya. Tidak hanya itu kegiatan ini juga merupakan peningkatan produksi dan produktivitas yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sehingga kedepannya kehidupan yang dapat hidup lebih sejahtera," katanya.
Menurut Eldin, kerja sama antara Pemkot Medan dengan Kodim 0201 BS ini akan terus berlangsung dan dia berharap semua dapat terus berdiskusi tentang berbagai hal dalam meningkatkan produktivitas pangan Kota Medan dan berkeyakinan swasembada pangan dapat diwujudkan dengan bersama-sama.
"Jika Medan dan daerah-daerah lain yang lebih cepat merealisasikan swasembada pangan dengan sendirinya, maka swasembada pangan secara nasional akan terwujud. Negara yang swasembada sudah barang tentu akan menjadi negara yang bermartabat, mandiri dan memiliki posisi tawar yang tinggi dalam pergaulan internasional," katanya.
Sementara Maulana Ridwan mengatakan, pihaknya bersama Pemkot Medan telah membuat deplot padi seluas 9 hektare dan tahap pertama yang dipanen itu seluas kurang lebih satu hektar.
Lalu empat hektare lagi sudah tertanam dan berumur tiga minggu, kemudian akan dilanjutkan dengan penanaman di lahan seluas lebih kurang empat hektare lagi.
"Deplot padi ini menerapkan pola tanam padi varietas Kartika I-82 semi organik. Artinya pola ini banyak menggunakan bahan-bahan organik, baik pada saat pesemaian benih, persiapan lahan dan pada saat pemupukan. Diharapkan dengan pola tanam ini dapat lebih meningkatkan hasil panen," katanya.
Untuk mendorong para petani gemar menggunakan pupuk organik dan secara bertahap mengurangi ketergantungan kepada pupuk kimia bersubsidi, Dandim minta kepada Dinas Pertanian memberikan pelatihan serta pendampingan kepada para kelompok tani.
Selain itu juga secara selektif memfasilitasi alat pengolah sampah organik menjadi pupuk organik untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani.
"Peningkatan produksi tanaman pangan perlu tetap ditingkatkan setiap tahunnya baik dari segi kuantitas maupun kualitas, mengingat dari tahun ke tahun kebutuhan pangan mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk," katanya. ***3***
(T.KR-JRD/B/S023/S023) 08-03-2016 22:09:21
Pewarta: JuraidiEditor : Juraidi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.