Medan, 3/3 (Antara) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memantau informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan pihak lainnya mengantisipasi bencana alam khususnya banjir yang kerap terjadi di daerah itu meski musim penghujan diramalkan sudah berkurang pada Maret ini.


"Tetap siaga, apalagi Kepulauan Mentawai Sumatera Barat (Sumbar), Rabu, 2 Maret malam dan Kamis pagi di goyang gempa berkekuatan cukup besar hingga 7,8 SR," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Hasban Ritonga di Medan, Kamis.


Menurut dia, siaga bencana itu melibatkan semua instansi termasuk Dinas Pekerjaan Umum yang punya alat berat hingga Bulog untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan pengungsi kalau terjadi bencana alam.


"Pemprov Sumut juga tetap memantau informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) dan pihak lainnya," katanya.


Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, daerah-daerah di pulau dan sepanjang pantai barat Sumatera seperti Nias Selatan, Nias, Simeulue, Aceh Singkil, Aceh Barat, Muko-Muko, daerah sepanjang Sumut, Bengkulu dan Lampung dinyatakan masih aman hingga Kamis.


Bahkan meski ada gempa di Mentawai itu, tidak berdampak kerusakan atau korban jiwa di provinsi itu.


BMKG Sumbar juga, Rabu malam pukul 21.30 WIB, katanya, sudah mencabut peringatan tsunami untuk 15 daerah.


Kepala Kantor Basarnas Medan Zainul Thahar, sebelumnya, mengatakan, gempa di Mentawai tidak berdampak ke Sumut termasuk di Nias dan Sibolga yang biasanya rentan terimbas atau ikut merasakan.


Petugas SAR di Nias juga sudah memantau kondisi di Pulau Telo, Kabupaten Nias Selatan dan kondisi masih aman.


"Namun untuk mewaspadai hal-hal yang tidak diingini dari bencana, seluruh jajaran sudah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan," katanya. 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026