Persoalan Mental Orangnya yang perlu untuk terus dikembangkan, hingga menimbulkan bersih dan sehat itu merupakan sebuah kebutuhan, dan layak memelihara lingkungan.
Tebing Tinggi,21/2(antarasumut)- Ormas Ansor dan Komunitas sepeda motor Xvixion Tebing Tinggi selenggarakan talk show melakukan gerakan membangun komunitas peduli lingkungan,sabtu (20/1) yang diikuti 100 orang peserta dilapangan terbuka Taman Kota jl.DI.Panjaitan.
Dalam kegiatan tersebut sebagai narasumber Ka.Dinas Kebersihan dan Pertamanan Hj.Rusmiyati Harahap, Fasilitator Persampahan Nasional Wal Asri dan Fasilitator persampahan Sumut Zubir Husni Harahap yang juga camat Rambutan.
Hj,Rusmiyati Harahap menyapaikan aspresiasi yang tinggi kepada Komunitas yang peduli terhadap lingkungan di Kota Tebing Tinggi dan ini merupakan salah satu indikator semakin baiknya pemahaman masyarakat khususnya para kaum muda bahwa sampah atau lingkungan harus dikelola secara bersama-sama.
Dalam mengelola lingkungan atau sampah tersebut tidak hanya merupakan tanggungjawab Pemerintah saja, melainkan semua masyarakat dan itu dapat dimulai dari rumah tangga masing-masing, kami yakini jika berharap dengan Pemerintah Kota saja yang menanganinya mustahil bisa dilakukan ujarnya.
Dikatakan Ka DKP, jika dilihat secara nyata pengelolaan sampah di Kota ini, masih dominan dilakukan Pemerintah Kota, hanya beberapa persen saja keterlibatan masyarakat langsung, meskipun upaya mensosialisasikannya ketengah-tengah masyarakat tidak pernah berhenti, namun hasilnya belumlah optimal.
Untuk itu kami sangat menyambut baik Gerakan membangun komunitas peduli lingkungan yang dilaksanakan hari ini,ini satu langkah maju dan kami sangat gembira menyambutnya dan dengan harapan kumunitas-komintas lainnya ikut juga berpartisipasi dalam penanggulan persampahan di Tebing Tinggi.
Fasilitar persampahan Wal Asri dan Zubir Husni Harahap menyampaikan sampah saat ini jangan sebuah beban, melainkan dapat dimanfaatkan menjadi satu penghasilan tambahan, apabila dikelola dengan baik, dengan jalan memisahkan sampah organik dan non organik.
Hal itu dapat dimulai dari rumah tangga dengan memisahkannya dengan kantungan kecil, sampah oraganik dapat diolah menjadi pupuk dan pekerjaannya tidak serumit yang dibayangkan, dan sampah non organiknya bisa dijual ke Bank Sampah dan akan menghasilkan pendapatan tambahan rumah tangga.
Zubir Husni Harahap mengatakan dalam pengelolaan sampah ini yang menjadi kunci utamanya adalah soal sikap mental orangnya, meskipun terus menerus dilakukan pembinaan melalui pendampingan dari rumah ke rumah sudah dilakukan, namun hasilnya belumlah maksimal.
Untuk itu Komunitas semacam ini sangat dibutuhkan dan diperlukan utamanya mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan terus menerus memelihara lingkungannya, bukan hanya pada hari-hari tertentu saja, mari jadikan bersih dan sehat itu kebutuhan sehari-hari, ujarnya.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui DKP dan Instansi terkait selalu siap memberikan pelatihan dan pendampingan bagaimana memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis, kata Wal Asri.
Kagiatan Gerakan membangun komunitas peduli lingkungan ini menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) menuju Indonesia Bebas Sampah 2020 yang diikuti Komunitas YVCI,HSFCI,MAVID,Rider Virza,CAS,HMC dan Mahasiswa Bina Karya serta Ormas GP Ansor Tebing Tinggi.
Pewarta: Dhani Elison: Dhani Elison
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.