"Harusnya mereka bekerja melayani masyarakat, bukan demo. Kalau mau menuntut hak, sebaiknya dibicarakan secara baik-baik," saran Willy Sipayung, warga Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun, Selasa.
Simalungun, Sumut, 1/12 (Antara) - Aksi unjuk rasa atau demo Forum Komunikasi Pegawai Negeri Sipil Simalungun (Forkompensi) diprotes Aparatur Sipil Negara yang bertugas di satuan kerja perangkat daerah komplek kantor bupati di Pamatang Raya, Selasa.

Staf di Sekretariat Daerah, R Sinaga mengaku terganggu menjalankan tugas kesekretariatan yang bertumpuk menjelang akhir tahun.

Sementara warga sekitar perkantoran juga merasa terganggu dengan aksi yang dilakukan 70-an PNS jajaran Pemkab Simalungun, karena membunyikan klakson dengan suara keras, dan memacetkan arus lalu lintas.

Willy Sipayung (35 tahun), warga Kelurahan Sondi Raya menilai aksi unjuk rasa tersebut tidak pantas dilakukan saat jam kerja dan mengnabaikan kepentingan masyarakat.

"Harusnya mereka bekerja melayani masyarakat, bukan demo. Kalau mau menuntut hak, sebaiknya dibicarakan secara baik-baik," saran Willy.

Demo tersebut dijadikan ajang untuk menyampaikan keluhan dan tuntutan secara bergantian dan bergiliran dari perwakilan Forkompensi.

Mereka menilai Korpri tindak mampu memperjuangkan hak-hak PNS seperti insentif, menertibkan birokrasi yang berbelit, pergantian pejabat, sehingga membentuk forum ini.

Kabag Orta Setda Pemkab Simalungun, Beres Manullang berjanji akan menyampaikan aspirasi kepada Plh Bupati, Gidion Purba.

 "Saat ini Plh Bupati berada di Jakarta membahas pelaksanaan Pilkada, dan kembali pada Sabtu, 5 Desember 2015," kata Beres.


Pewarta: Waristo
: Waristo

COPYRIGHT © ANTARA 2026