"Aksi `gropyokan` tikus dengan mempergunakan tiran ini terbukti efektif membunuh tikus yang bersembunyi di dalam lubang,"
Langkat, 6/10 (Antara) - Personel TNI yang bertugas di Komando Rayon Militer Kuala membantu para petani di Desa Gunung Tinggi, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, membasmi hama tikus.


"Berburu tikus ini dilakukan petani dilahan seluas 110 hektare," kata Kordinator Pengamat Hama Tanaman Dinas Pertanian Kabupaten Langkat Miswandi, di Sirapit, Kabupaten Langkat, Selasa.


Dalam "gropyokan" ini petani yang terlibat mencapai 125 orang. Bersama TNI mereka berbondong-bondong menuju lahan persawahan dengan membawa berbagai peralatan berburu tikus seperti tiran, alat pembakar belerang, pentungan, dan arit. "Ada 1.000 ekor tikus dari hasil berburu ini yang mati," katanya.


Kegiatan ini selain melibatkan TNI juga dihadiri UPT Perlindungan Tanaman Holtikultura Sumatera Utara Buhari dan pelaksana Dinas Pertanian Nur Supandi.


Miswandi menjelaskan bahwa kegiatan ini dinilai efektif memberantas tikus yang menyerang sawah petani. Petani di Desa Gunung Tinggi hampir putus asa mengatasi serangan hama tikus yang menyerang areal persawahannya.


Pada awalnya berbagai cara sudah dilakukan, baik menggunakan racun atau perangkap tikus namun populasi tikus terus meningkat. Dengan dibantu anggota TNI dan ratusan petani ini mampu membuat tikus yang bersembunyi di lubangnya terbunuh.


"Aksi `gropyokan` tikus dengan mempergunakan tiran ini terbukti efektif membunuh tikus yang bersembunyi di dalam lubang," katanya.


Sementara itu, Pelaksana Kepala Dinas Pertanian Langkat Nur Supandi menjelaskan tujuan dari semua ini adalah agar para petani memperoleh hasil panen yang melimpah.


Dengan musnahnya 1.000 ekor tikus ini diharapkan hasil panen padi akan melimpah dan semakin meningkatkan taraf hidup petani, sekaligus bisa menjadi penyokong lumbung pangan Nasional, sesuai dengan program swasembada pangan.***3***


(T.KR-IFZ/B/M038/M038) 06-10-2015 14:24:37

Pewarta: Imam Fauzi
Editor : Ribut Priadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026